Heli Hentikan Penyiraman Lahan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Heli Hentikan Penyiraman Lahan

  • Reporter:
  • Kamis, Agustus 3, 2017
Heli Hentikan Penyiraman Lahan
Foto Heli Hentikan Penyiraman Lahan

MEULABOH – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat menyatakan mulai hari ini, Kamis (3/8), akan menghentikan penyiraman lahan terbakar di Aceh Barat melalui udara menggunakan dua helikopter bom air milik BNPB.

Menurut Jarwansah, Pejabat BNPB Pusat, kepada Serambi di Meulaboh, Rabu (2/8), penyiraman lahan terbakar dari udara pada Rabu kemarin merupakan hari terakhir. “Setelah itu kedua heli akan dikembalikan ke pangkalannya,” kata Jarwansyah.

Mantan kepala pelaksana BPB Aceh itu mengatakan, kebakaran lahan gambut di Aceh Barat sudah di atas 90 persen padam dan operasi pemadaman akan terus dilakukan dengan mengerahkan tim satuan tugas (satgas) darat, tidak lagi dilakukan oleh satgas udara. Artinya, upaya pemadaman secara total masih akan terus dilakukan. Sedangkan pada malam harinya akan dilakukan evaluasi melibatkan berbagai tim di Aceh Barat.

BNPB berharap, kebakaran lahan gambut di Aceh Barat tidak lagi terulang di masa mendatang. Oleh karenanya, perlu digencarkan sosialiasi kepada masyarakat dan para pekebun agar ketika membuka kebun atau ladang tidak dengan membakar lahan.

“Soalnya, dampak dari kebakaran lahan itu dapat menyebabkan asap pekat yang mengganggu kesehatan dan perekonomian masyarakat, serta memerlukan biaya besar untuk pemadamannya,” kata Jarwansyah.

Ia berhadap Pemkab Aceh Barat dan pemkab lainnya di Aceh agar memperkuat pengawasan, peralatan pendukung, dan penegakan hukum lingkungan guna mencegah terulangnya kasus kebakaran lahan berskala besar. “Mencegah jauh lebih mudah daripada memadamkan kobaran api di lahan gambut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Meulaboh-Nagan Raya, Edi Darlupti, mengatakan berdasarkan pemantauan melalui citra satelit, terdeteksi bahwa titik api di kawasan Aceh Barat dan kabupaten sekitarnya tak ada lagi. “Tapi kami tetap meminta warga agar tidak lagi main bakar lahan,” kata Edi.

Didampingi Prakirawan Angga Yudha, Kepala BMKG itu menambahkan bahwa saat ini barat selatan Aceh mulai berpotensi hujan, meski intensitasnya masih ringan.

Ia juga menyebutkan, penyebab hujan akhir-akhir ini di wilayah barat Aceh karena sistem putaran udara tertutup di Samudera Hindia, sehingga hujannya turun di wilayah Aceh.

Hujan bahkan berpotensi turun lebat pada Jumat besok dan disertai angin kencang. Ini perlu diwaspadai. “Sedangkan gelombang laut di perairan barat selatan Aceh mencapai 1,25-2,5 meter. Ini pun perlu diwaspadai,” ujar pria kelahiran Aceh Singkil itu. (riz) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id