Guru Terpencil Mengadu ke DPRK | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Guru Terpencil Mengadu ke DPRK

Guru Terpencil Mengadu ke DPRK
Foto Guru Terpencil Mengadu ke DPRK

* Tunjangan 6 Bulan belum Dibayar

MEULABOH – Sebanyak 20 guru daerah terpencil (gurdacil) di Aceh Barat, Rabu (2/8) mengadu ke DPRK setempat. Tujuannya, meminta legislatif untuk memperjuangkan agar tunjangan khusus untuk mereka yang berstatus PNS sudah enam bulan belum dibayar Pemkab setempat.

Kedatangan gurdacil itu diterima Ketua Komisi D, Banta Lidan. Kemudian, mereka melakukan pertemuan di ruang komisi tersebut. Perwakilan guru, Ali Suid mengatakan, pihaknya berharap tunjangan yang bersumber dari Pemerintah Pusat itu segera dibayar kepada guru terpencil. Apalagi, menurutnya, dana itu sudah diterima Pemkab Aceh Barat setelah ditranfer pusat tiga bulan sekali selama tahun 2017.

Mulai tahun ini, menurutnya, tunjangan guru terpencil disalurkan melalui daerah, sedangkan sebelumnya langsung oleh pusat ke rekening penerima. Sementara, di kabupaten/kota lain di Aceh, TC gurdacil sudah lama disalurkan.

Ketua Komisi D DPRK Aceh Barat, Banta Lidan meminta dinas terkait segera mengambil langkah-langkah agar tunjangan guru terpencil yang sudah masuk ke kas Pemkab dapat segera dibayar kepada penerima. “Jika tidak ada kendala, tunjangan itu harus segera dibayarkan. Sehingga dapat segera digunakan oleh guru untuk keperluan sehari-hari,” katanya.

Menurut Banta, terkait tunjangan guru terpencil sebelumnya sempat terjadi masalah. Sebab, tidak semua sekolah yang masuk dalam daerah terpencil di Aceh Barat dibayar TC untuk gurunya. Sehingga, waktu itu Dinas Pendidikan bersama perwakilan guru dan DPRK sudah ke pusat mempertanyakan. Kemudian, tim pusat melakukan verifikasi kembali terhadap data sekolah dan guru terpencil di Aceh Barat.

“Kita berharap tunjangan untuk guru daerah terpencil di Aceh Barat segera turun dan semua guru terpencil akan mendapatkan dana dari pusat tersebut,” pungkasnya.

Kadis Pendidikan Aceh Barat, Zulkarnain yang dikonfirmasi Serambi, kemarin, mengatakan tunjangan untuk guru daerah terpencil itu belum disalurkan karena selama ini tak semua guru di daerah terpencil tercatat sebagai penerima. “Dari 37 sekolah yang masuk daerah terpencil sesuai SK bupati, hanya 27 sekolah yang dicairkan dananya oleh pusat,” ungkapnya.

Karena itu, menurutnya, untuk 10 sekolah lainnya sudah diusulkan kembali ke pusat. “Pertimbangan lain kami belum menyalurkan tunjangan itu karena sejumlah guru tidak masuk sebagai penerima protes, sehingga tidak terkesan pilih kasih,” katanya.

Bila sudah ada surat dukungan dari DPRK untuk segera dibayar, tambah Zulkarnaini, pihaknya akan langsung menyalurkan tunjangan tersebut kepada guru yang sudah masuk sebagai penerima. “Tapi, kami tetap berharap pusat segera menindaklanjuti 10 sekolah lain yang belum keluar tunjangan tersebut,” harapnya seraya menyatakan dana yang sudah ditransfer pusat ke kas daerah untuk dua triwulan.(riz) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id