Staf TU dan Balita Keracunan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Staf TU dan Balita Keracunan

  • Reporter:
  • Kamis, Agustus 3, 2017
Staf TU dan Balita Keracunan
Foto Staf TU dan Balita Keracunan

* Usai Santap Mi Udang

BIREUEN – Enam orang pegawai tata usaha (TU) SMPN 1 Bireuen serta seorang bayi di bawah lima tahun (balita) mengalami keracunan usai menyantap mi udang sekitar pukul 11.30 WIB, Rabu (2/8), di salah satu warung jualan mi di Keude Jeunieb, Bireuen. Akibatnya, ketujuh korban tersebut terpaksa dilarikan ke Pukesmas Jeunib, di mana tiga di antaranya kemudian terpaksa dirujuk ke IGD RSUD Bireuen.

Informasi diperoleh Serambi dari Wakil Kepala SMPN 1 Jeunieb, M Dahlan, kejadian terjadi saat jam istirahat, salah seorang staf TU bernama Syukran membeli 1 kg udang di pasar ikan Jeunieb. Udang tersebut kemudian diserahkan kepada penjual mi Aceh di salah satu warung Keude Jeunieb. “Usai diolah, mi udang itu kemudian dibawa pulang ke sekolah dan mereka makan bersama,” jelasnya. “Saya juga ikut makan, tetapi tidak habis, sisanya saya tinggal begitu saja,” imbuh Dahlan.

Setengah jam usai mengantap mi udang, ungkap Dahlan, pegawai yang ikut makan mulai mual-mual dan muntah-muntah. Melihat kondisi itu, para guru sempat kebingungan, tapi kemudian bergerak cepat memboyong korban ke Puskesmas Jeunieb. “Melihat ada yang muntah-muntah dan mual, sisa mi udang kemudian ditinggalkan begitu saja, dan ada sebagian diambil petugas dari Puskesmas Jeunieb sebagai sampel untuk diperiksa,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Jeunieb, Ns Kafrawi M Kes kepada Serambi, mengatakan, ketujuh orang yang keracunan mi udang itu semuanya sempat ditangani di Puskesmas Jeunieb, Namun, kemudian dua di antara korban keracunan tersebut terpaksa dirujuk ke RSUD Bireuen karena kondisinya lebih parah. Dia merincikan, ketujuh korban keracunan adalah Khatijah (39) dan Hendri (40) warga Peulimbang, Syukran (45) warga Desa Blang Mee Barat, Jeunieb, Zulfikri (50) warga Blang Mee Timu, Jeunieb, Khalili (35) warga Samalanga, dan Yusriani (24) beserta keponakannya seorang balita bernama Sultan (4) warga Simpang Mamplam. “Tiga dari tujuh korban sudah dirujuk ke IGD RSUD Bireuen yaitu Yusriani, Zulfikri, dan Sultan. Sedangkan empat lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Jeunieb. Alhamdulillah, kondisi mereka kini sudah membaik,” terang Kafrawi.

Sementara itu, tiga korban yang dirujuk ke RSUD Bireuen, kondisinya juga sudah membaik. Mereka hanya perlu istirahat saja untuk memulihkan kondisi kesehatannya. Meski begitu, ketiganya masih harus menjalani perawatan di ruang rawatan Jamsostek RSUD Bireuen.

Hal itu disampaikan Wadir Bidang Pelayanan RSUD Bireuen, dr Zulkarnaen Adam kepada Serambi, sore kemarin. Bahkan, menurut Zulkarnaen, kondisi bocah Sultan yang ikut jadi korban keracunan sudah ceria walaupun masih ada selang infus ditangannya, sedangkan Zulfikri juga mulai membaik walau masih terbaring di ruang rawatan tersebut.

Dokter piket UGD RSUD Bireuen, dr Muammar mengatakan, pasien terakhir atas nama Zulfikri hasil pemeriksaan kondisinya sudah membaik. Pengakuan pasien, awalnya dia makan mi udang kemudian mengalami sakit perut, mual, dan muntah-muntah, serta sakit kepala. Setelah sempat dirawat di Puskesmas Jeunieb, mereka kemudian dirujuk ke Bireuen.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH melalui Kapolsek Jeunieb, Iptu Mahdi kepada Serambi, menyatakan, pihaknya sudah menerima informasi adanya pegawai SMPN 1 Jeunieb yang keracunan mi udang. Saat ini, anggota Polsek sedang menyelidiki kasus tersebut.

Dia melanjutkan, untuk mengetahui penyebab keracunan petugas dari Puskesmas Jeunieb sudah mengambil sisa mi udang tersebut dan telah dibawa ke Dinkes Bireuen. “Sampel mi udang yang diduga menjadi penyebab keracunan, telah diambil petugas Pukesmas Jeunieb dan dibawa ke Dinkes Bireuen. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat sudah ketahuan apa penyebabnya sehingga para korban keracunan,” demikian Iptu Mahdi.(yus) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id