Koordinator Museum Aceh Tanggapi Video Joget di Museum Tsunami, Ini Penjelasannya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Koordinator Museum Aceh Tanggapi Video Joget di Museum Tsunami, Ini Penjelasannya

Koordinator Museum Aceh Tanggapi Video Joget di Museum Tsunami, Ini Penjelasannya
Foto Koordinator Museum Aceh Tanggapi Video Joget di Museum Tsunami, Ini Penjelasannya

URI.co.id, BANDA ACEH – Koordinator Museum Tsunami Aceh, Almuniza Kamal SSTP MSi menanggapi sebuah video ibu-ibu joget meriang di Museum Tsunami yang kemudian menjadi viral di media sosial.

Seperti diberitakan sebelumnya, museum tempat mengenang para syuhada itu gegap gempita dengan joget meriang ibu-ibu dalam satu acara beberapa waktu lalu.

Video ini kemudian dikecam setelah diunggah ke akun facebook Manshoor Starvision.

(BACA: VIDEO Astaghfirullah, Ibu-Ibu “Joget Meriang” di Museum Tsunami Aceh)

Namun, pihak pengurus Museum Tsunami Aceh menyebut cuplikan tayangan joget gembira tersebut secara kebetulan berada “di luar konteks” rangkaian kegiatan yang disertakan dalam surat permohonan izin.

Berikut penjelasan rinci dari Koordinator Museum Tsunami Aceh, Almuniza Kamal SSTP MSi dalam hak jawab yang diterima URI.co.id, Rabu (2/8/2017):

Pada tanggal 15 April 2017, Ikatan Bidan Indoensia (IBI) cabang Kota Banda Aceh menyurati manajemen Museum Tsunami Aceh dalam rangka permohonan penggunaan izin tempat untuk kegiatan Silaturrahmi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) melalui perlombaan Paduan Suara yang bersifat nasionalisme dengan membawakan lagu-lagu nasional, kebangsaan dan hymne IBI, yang akan direncanakan pada tanggal 11 April 2017.

Kami pengurus museum Tsunami Aceh  memberikan izin kepada pihak IBI untuk melaksanakan kegiatan tersebut,  di area kolam (public park) Museum Tsunami Aceh.

Alasan kami memberikan izin pelaksanaan kegiatan publik di Museum Tsunami Aceh dengan berpegang kepada 4 (empat) fungsi utama Museum Tsunami Aceh, yaitu sebagai media rekreasi, edukasi, mitigasi/evakuasi, dan riset.

Apabila masih memenuhi minimal salah satu dari fungsi ini, maka kami dari pihak manajemen Museum Tsunami Aceh tidak memiliki alasan untuk menolak segala bentuk partisipasi masyarakat luas untuk melaksanakan kegiatan yang bersifat positif di Museum Tsunami Aceh.

Mengenai video yang menjadi viral dan tersebar di media sosial merupakan cuplikan dari kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak IBI di Museum Tsunami Aceh.

Cuplikan tersebut secara kebetulan berada “di luar konteks” rangkaian kegiatan yang disertakan dalam surat permohonan izin yang disampaikan oleh pihak panitia dan direkam oleh masyarakat yang sedang berada dalam lokasi tersebut.

Adapun jenis kegiatan yang dilakukan oleh pihak IBI yang terekam dalam video tersebut bukanlah menjadi tanggungjawab pihak manajemen Museum Tsunami Aceh, karena pihak museum hanya memiliki wewenang untuk memberikan izin pemakaian tempat melaui surat yang disertakan dengan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan.

Namun, dengan adanya kegiatan yang dilakukan diluar konteks dan rangkaian kegiatan yang telah mereka sampaikan kepada pihak manajemen Museum Tsunami Aceh, maka sepenuhnya merupakan tanggungjawab pihak Ikatan Bidan Indonesia (IBI) wilayah Banda Aceh. (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id