Anak Pedagang Sayur Masih Trauma | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Anak Pedagang Sayur Masih Trauma

Foto Anak Pedagang Sayur Masih Trauma

* Ekses Melihat Ayahnya Dikeroyok

LHOKSUKON – Salman Al Farisi (9), bocah asal Desa Kubu, Kecamatan Sawang, Aceh Utara masih trauma akibat melihat ayahnya, Zulikifli (32) dikeroyok tiga tauke pinang. Buktinya, hingga Sabtu (19/3), Salman tak berani ke luar rumah, apalagi pergi ke sekolah.

Seperti diberitakan kemarin, Zulkifli (32), pedagang sayur asal Desa Kubu pingsan setelah dikeroyok tiga tauke pinang asal Desa Gunci, kecamatan yang sama, Kamis (17/3) sekitar pukul 21.30 WIB. Pengeroyokan yang terjadi di wilayah Desa Gunci itu turut disaksikan Salman. Akibat kejadian itu, korban harus dirawat di Rumah Sakit PT Arun. Ketiga pelaku adalah M Yusuf, A Gani, dan M Jamil.

Salmawati (50), Nenek Salman kepada Serambi, Sabtu (19/3) menjelaskan, Jumat (18/3) malam dirinya membawa Salman ke tabib di kawasan Sawang untuk diperiksa kondisinya. “Tabib itu menyatakan cucu saya trauma berat dan harus dibawa ke psikolog. Sebab, setelah kejadian itu ia tak berani keluar rumah apalagi pergi ke sekolah. Jadi, besok (hari ini-red) kami akan membawanya ke Lhokseumawe,” ujarnya.

Nurhamah (29), ibu Salman juga mengatakan, biasa anaknya setelah pulang sekolah langsung mengganti baju dan kemudian bermain bersama temannya dan ia baru pulang pada sore hari untuk mengaji. “Selama ini dia agak bandel, tapi setelah pengeroyokan ayahnya, dia jadi penakut,” ungkap Nurhamah.

Selain tak berani keluar rumah, lanjut Nurhamah, untuk buang air kecil saja dalam rumah, Salman harus didampingi neneknya. “Kalau biasa, sehari ia jajan sampai belasan ribu. Tapi, sekarang selera makannya juga berkurang. Sehingga mukanya makin pucat karena tak mau makan meski disuap. Saya khawatir kejadian itu mengganggu mentalnya,” kata Nurhamah prihatin.

Nurhamah juga mengatakan, suaminya hingga kemarin masih dirawat di Rumah Sakit PT Arun Lhokseumawe. Meski kondisinya sudah membaik, lanjut Nurhamah, tapi suaminya belum bisa berbicara atau menceritakan kejadian itu. “Semalam banyak warga datang menjenguk karena mereka ingin mendengar cerita kejadian itu, tapi suami saya belum bisa berbicara,” pungkas Nurhamah.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Anang Triarsono melalui kapolsek Sawang, Iptu BUkhari kepada Serambi, kemarin, mengatakan untuk penyelidikan awal kasus itu, pihaknya sudah memeriksa pelaku setelah merela menyerahkan diri ke polisi pada Jumat (18/3) dini hari. Dikatakan, pihaknya juga sudah mendatangi Rumah Sakit PT Arun untuk melihat kondisi korban.

“Hasil penyelidikan sementara, yang pertama memukul korban adalah Abdul Gani di mukanya. Sehingga tangan Abdul Gani lecet terkena gigi Zulkifli. Untuk proses selanjutnya, penyidik akan memintai keterangan dari warga yang mengetahui kejadian itu,” kata Kapolsek Sawang.(jaf) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id