Wabup Pijay Jelaskan Soal Pedagang Hingga Rehab-Rekon Pascagempa Dalam Sidang Paripurna  | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Wabup Pijay Jelaskan Soal Pedagang Hingga Rehab-Rekon Pascagempa Dalam Sidang Paripurna 

Wabup Pijay Jelaskan Soal Pedagang Hingga Rehab-Rekon Pascagempa Dalam Sidang Paripurna 
Foto Wabup Pijay Jelaskan Soal Pedagang Hingga Rehab-Rekon Pascagempa Dalam Sidang Paripurna 

URI.co.id, MEUREUDU – Wakil Bupati Pidie Jaya, H ‎ Said Mulyadi SE MSi memberikan tanggapan terhadap 23 masukan dalam rapat paripurna DPRK masa persidangan II, Rabu (2/7/2017).

Ini terkait 23 pandangan umum yang disampaikan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Nazaruddin Ismail SPdi

Diantara ke 23 masukan yang ditanggapi, yaitu penertiban pedagang di lapangan Kota Meureudu oleh Satpol PP dan WH telah dilakukan secara rutin dalam memberantas maksiat bersama Dinas Syaraiat Islam.

Baca: Habib Rizieq Semangati Korban Gempa Pijay

Kemudian dalam penertiban ini semua pedagang serta pengunjung telah diingatkan untuk mematuhi waktu shalat magrib dan batas waktu berjualan sampai dengan pukul 24.00 WIB.

“Termasuk dalam hal ini pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah maksimal berupaya melakukan patroli rutin membubarkan remaja muda-mudi pada setiap pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB agar meninggalkan tempat termasuk pantai Kuthang, Kecamatan Trienggadeng,”jelas Said Mulyadi dihadapan 23 anggota DPRK.

Selanjutnya mengenai pembangunan masjid At-Taqarub Kecamatan Trienggadeng pascagempa, dana pembangunannya telah ditempatkan di Kemen PU-PR.

Selama ini, pembangunannya terkendala karena belum keluarnya Inpres. Akan tetapi sekarang Inpres Nomor 5 Tahun 2017 telah keluar sehingga proses tender sudah dapat dilakukan.

Baca: Irwandi Yusuf Janji Kawal Rekonstruksi Pasca Gempa Pidie Jaya

Mengenai rehabilitasi dan rekontruksi (rehab-rekon) pascagempa Pijay. Berdasarkan usulan dalam bentuk rencana aksi, maka pemerintah pusat telah menyalurkan dana hibah Rp 343 Miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah rusak berat 2.202 unit dengan harga per unit Rp 85 juta dan secara keseluruhan mencapai Rp 182,170 miliar.

Rusak sedang 4.654 unit dengan harga Rp 20 juta per unit dan jumlah dana keseluruhan Rp 93 miliar untuk memberikan dana dalam bentuk stimulan (langsung).

Sementara pembangunan insfrastruktur lainnya terkait rehab-rekon sudah dilelang perencanaannya.

“Terhadap semua saran dan pendapat anggota dewan terhormat menjadi instropeksi bagi segenap SKPK dalam menjalankan tugas sehingga ke depan menjadi lebih baik,”ujarnya. (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id