Aceh tak Fokus Urus Pariwisata | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh tak Fokus Urus Pariwisata

Aceh tak Fokus Urus Pariwisata
Foto Aceh tak Fokus Urus Pariwisata

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh selama ini dinilai tidak fokus mengurusi sektor pariwisata yang seharusnya menjadi tulang punggung pendapatan daerah yang paling potensial. Hal itu dibuktikan dengan sejumlah persoalan yang masih membelit sektor pariwisata di Aceh, seperti kurangnya fasilitas umum di lokasi wisata, minimnya promosi, hingga isu syariat Islam yang sengaja dibenturkan.

Demikian antara lain disampaikan oleh dua anggota Komisi X DPR RI asal Aceh, Teuku Riefky Harsya dan Muslim SH saat berkunjung ke Kantor Serambi Indonesia, Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (1/8).

“Mungkin selama ini belum terlalu fokus, jadi kita mendorong Pemerintah Aceh agar fokus, fokus mengurusi dan fokus wisata mana yang ingin dijual,” kata Riefky.

Menurut Riefky, Aceh memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan nusantara dan mancanegara. Oleh sebab itu, ke depan, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah diminta lebih fokus dan membuat program-program khusus untuk menggenjot sektor ini.

Kedatangan Riefky dan Muslim, kemarin, disambut Pemimpin Umum Serambi Indonesia H Sjamsul Kahar, Wakil Redaktur Pelaksana Zainal Arifin, Manager Produksi Jamaluddin, Redaktur Politik Hukum dan Keamanan Yocerizal, dan beberapa wartawan.

Dalam pertemuan singkat itu, Riefky dan Muslim menjelaskan kunjungan kerja Komisi X DPR RI baru-baru ini ke Aceh meliputi Kota Banda Aceh, Kota Sabang, dan Kabupaten Aceh Besar.

Dikatakannya, pariwisata adalah salah satu pendapatan secara nasional yang paling besar, selain tiga penghasilan lainnya, yaitu migas, minerba, pertanian dan sawit. Saat ini, pemerintah sedang mengupayakan penghasilan dari sektor wisata menjadi penghasilan nomor satu. “Nah, Aceh punya itu, Aceh memiliki segalanya. Maka, sektor ini harus segera dikembangkan,” kata Riefky.

Menurutnya, Aceh memiliki potensi yang luar biasa untuk mengembangkan sektor wisata, karena didukung oleh alam, budaya, sejarah, dan tentunya syariat Islam yang juga menunjang melalui wisata religi yang saat ini getol dipromosikan.

“Pariwisata bisa mempercepat ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan persiapan bagi Aceh setelah berakhirnya dana otsus,” ujar Riefky.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, empat sektor wisata yang dimiliki Aceh saat ini, yaitu wisata alam, wisata budaya, sejarah, dan religi diyakini cukup memantik minat wisatawan untuk datang ke Aceh. Namun, pemerintah harus fokus pada sektor yang benar-benar ingin dijual. “Tolong fokus dan pilih beberapa saja. Fokus itu bukan hanya soal fisik dan infrastruktur, tapi juga konsep wisata yang hendak kita jual,” sebutnya.

Oleh sebab itu, Pemerintah Aceh diminta membuat program-program unggulan dalam sektor wisata tersebut, lalu berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam hal promosi. Jika pun butuh investasi, kata Riefky, juga ada BUMN pariwisata yang bisa membantu Aceh, seperti yang dilakukan pusat untuk membangun Nusa dan Mandalika beberapa waktu lalu.

“Jadi pemerintah harus fokus untuk itu, soal program dan apa yang seharusnya dijual, tentunya Pemerintah Aceh yang paling tahu, apakah wisata religi, budaya, sejarah, atau wisata alam,” katanya.

Riefky menambahkan, kalau wisata alam dan budaya, selama ini sudah cukup terpromosi oleh para penggiat wisata di Aceh melalui media sosial, namun promosi itu dianggap juga belum terlalu massif sehingga pemerintah perlu mengambil peran. Sedangkan wisata sejarah dan wisata religi, ini juga dua sektor yang harus digenjot, karena Aceh memang dikenal dengan itu.

“Wisata sejarah dan wisata religi ini menarik, kita sudah punya ikon, seperti Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, makam Syech Abdurrauf Assingkili, yang semuanya itu bisa mendongkrak wisatawan datang ke Aceh. Kalau wisata alam, ekspektasinya fasilitas harus bagus, nyaman, dan ini harus terus menjadi fokus pemerintah,” demikian Teuku Riefky Harsya.

Basajan
Wali Kota Banda Aceh, AmiAceh tak Fokus Urus Pariwisataah Usman yang dimintai tanggapan soal pariwisata mengatakan komitmennya untuk pembangunan sektor wisata di Kota Banda Aceh dalam bingkai syariat Islam.

Menurutnya, untuk sektor pariwasata akan digagas kerja sama melibatkan Banda Aceh, Sabang, dan Jantho (Basajan) yang akan memperkenalkan potensi kawasan wisata di masing-masing daerah.

“Kota Banda Aceh, punya lokasi wisata yang sangat luar biasa, misalnya Masjid Raya, kapal di atas rumah, PLTD Apung, Museum Tsunami, dan sejumlah potensi lainnya.

“Ini semua dapat kita perkenalkan bersama-sama,” kata AmiAceh tak Fokus Urus Pariwisataah saat berkunjung ke Harian Serambi Indonesia bersama wakilnya Drs Zainal Arifin, Selasa (1/8).

Menurut AmiAceh tak Fokus Urus Pariwisataah, ia telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Aceh untuk mengukuhkan kembali kerja sama Basajan. Menurutnya kalau masing-masing daerah itu mempromosikan kawasan wisatanya, maka terkesan lokasi wisata yang akan dikunjungi para wisatawan dari manca negara akan terasa sedikit dan begitu kecil. “Tapi, ketika hal dimaksud menjadi komitmen bersama maka ketiga daerah dapat maju dan berkembang,” kata AmiAceh tak Fokus Urus Pariwisataah.(dan/mir) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id