28 Mantan Keuchik Cabut Gugatan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

28 Mantan Keuchik Cabut Gugatan

28 Mantan Keuchik Cabut Gugatan
Foto 28 Mantan Keuchik Cabut Gugatan

* Seiring Pergantian Kepemimpinan di Aceh Besar

BANDA ACEH – Sebanyak 28 mantan keuchik di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, yang dipecat oleh bupati saat itu, Mukhlis Basyah, ternyata telah mencabut berkas gugatan banding yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan. Mereka dipecat karena meminta bergabung ke Kota Banda Aceh.

Pencabutan gugatan tersebut dilakukan karena telah terjadi pergantian kepemimpinan, dengan telah terpilihnya Mawardi Ali-Husaini A Wahab sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar. Selain itu, mereka juga menyakini dalam waktu dekat akan dilantik kembali sebagai keuchik.

“Pencabutan (gugatan) tanggal 26 Juli lalu, Pak,” kata mantan ketua Forum Keuchik Darul Imarah, HM Nur Usman, sekaligus sebagai penggugat dalam perkara itu kepada Serambi, Selasa (1/8).

Dia menjelaskan, awalnya gugatan dilayangkan ke PTUN Banda Aceh karena pihaknya tidak terima dipecat sebagai keuchik. Namun gugatan itu kandas. Pihaknya kalah sehingga kemudian mengajukan banding ke PTTUN Medan.

M Nur juga menyampaikan, pencabutan gugatan tersebut dilakukan atas inisiatif para keuchik. Sebab dengan tidak adanya lagi persoalan hukum, maka proses pengurusan pengangkatan kembali sebagai keuchik defenitif akan mudah dilaksanakan oleh pemerintah setempat. “Selama ini jabatan keuchik dijabat oleh Pj (yang ditunjuk) dari kecamatan,” ujarnya.

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, sebelumnya memang mengatakan akan segera mengaktifkan kembali para keuchik yang dipecat oleh bupati sebelumnya. “Insya Allah dalam waktu dekat kita kembalikan, berdasarkan SK yang lalu, melanjutkan kembali kepemimpinannya. Ada yang tinggal setahun lagi, ada dua tahun,” ujar Mawardi saat berkunjung ke Kantor Serambi Indonesia, di Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (25/7) lalu.

Bupati mengaku telah memanggil para keuchik tersebut untuk mendengar aspirasi mereka. Dalam pertemuan itu, para mantan keuchik menyampaikan ingin kembali mengabdi sebagai kepala pemerintahan gampong seperti sebelumnya. “Hal itu kemudian juga kita bicarakan dengan bagian hukum, insya Allah dalam waktu ini bisa kita kembalikan,” tukas Mawardi.

Mantan Ketua Forum Keuchik Darul Imarah, HM Nur Usman, kepada Serambi menyampaikan bahwa pihaknya masih berkinginan untuk mengabdi dan membangun Aceh Besar bersama pemerintahan baru. Sehingga, pemerintahan saat ini bisa menjalankan visi misinya dalam membangun Aceh Besar.

Terkait keinginan para keuchik di Kecamatan Darul Imarah yang ingin mekar dan bergabung dengan Banda Aceh, kata M Nur, itu biarlah menjadi urusan Gubernur Aceh. “Itu biarlah urusan Gubernur (yang pikirkan). Masalah wilayah, gubernur lebih berhak,” ungkapnya.

Saat ini, tambahnya, pihaknya hanya ingin fokus membantu pemerintah dalam membangun Kecamatan Darul Imarah, secara khusus, dan Aceh Besar pada umumnya. Ia berharap, Bupati Mawardi bisa segera melantik pihaknya agar bisa menjalankan roda pemerintahan seperti biasanya.(mas) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id