KoBar GB Desak Polres Usut Pungli | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

KoBar GB Desak Polres Usut Pungli

KoBar GB Desak Polres Usut Pungli
Foto KoBar GB Desak Polres Usut Pungli

* Pemotongan Tunjangan Guru Honorer TK

MEUREUDU – Koalisi Barisan Guru Bersatu (KOBAR-GB) Aceh mendesak aparat penyidik Polres Pidie untuk segera mengusut kasus Pungutan Liar (Pungli) terhadap 38 guru honoroer Taman Kanak (TK) di Pidie Jaya yang terjadi sejak 2016 lalu sebesar Rp 600.000 per orang. Ketua Kobar GB Aceh Sayuti Aulia kepada Serambi, Selasa (2/8) mengatakan, uang pemotongan dana tunjangan 38 guru TK/PAUD selama enam bulan oleh staf Dinas Pendidikan (Disdik) Pijay sebesar Rp 22,8 juta tersebut hingga kini belum dikembalikan.

“Terhitung 31 Juli 2017 Kobar GB Aceh telah menyurati Kapolres Pidie yang tembusan suratnya turut disampaikan kepada Presiden RI, Kapolri, Ombudsman RI pusat, Mendikbud RI, Dirjen Paud/TK Kemendikbud RI, Kapolda, dan Ketua Satgas Saber Pungli Polda Aceh dan instansi terkait lainnya termasuk LSM antikorupsi GeRAK, MaTA, serta direktur LBH dan YARA,” jelasnya.

Surat tersebut meminta Polres Pidie untuk mengusut dugaan pungli tunjangan guru honorer PAUD/TK Pijay yang terjadi tahun 2016, bertepatan dengan 25 Ramadhan 1437 H tahun lalu. Dikatakan, Kobar GB telah dua kali menyurati pihak Disdik Pidie Jaya agar mau mengembalikan hak 38 orang guru sebesar Rp 600.000 per guru dari total jatah mereka sebesar Rp 1.600.000 sebagai bantuan tunjangan perdana yang berasal dari Dirjen Kemendikbud. Tunjangan yang diberikan kepada mereka ini merupakan imbalan jerih payah mengajar selama enam bulan.

Menurut laporan para guru kepada KoBar GB, pungli dilakukan oleh oknum pegawai Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) pada kantor Disdik Pijay dengan alasan untuk biaya pengurusan di Kementerian. “Kami mendesak tim penyidik agar segera mengusut indikasi Pungli tersebut,” jelasnya. Secara terpisah, Kadisdik Pijay Saiful MPd yang dihubungi Serambi per telepon enggan menanggapi laporan KoBar GB Aceh itu. “Saya tidak mau komentar,” katanya kepada Serambi, Selasa (1/8).

Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK kepada Serambi, Selasa (1/8) mengatakan, pihaknya telah menerim surat permohonan dari KoBar GB Aceh sejak Senin (31/7) lalu yang isinya memohon dilakukan penyidikan lebih lanjut. Pihaknya akan mengkaji secara mendalam kasus ini. “Jika belum dilakukan penyidikan, maka dalam waktu dekat segera dilakukan penyelidikan,”jelasnya.

Selain itu, kata Kapolres, bila ditemukan indikasi kuat tindak pidana dan pelapornya sesuai dengan isi surat, maka segera dibuat teknis laporannya apakah model A atau B. “Apalagi kasus ini terjadi sejak satu tahun lalu. Sementara suratnya baru sampai kemarin (Senin, 31 Juli). Pada intinya kami siap untuk menindaklanjuti,” tukasnya.(c43/sak) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id