Enam Polisi Dilapor ke Propam | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Enam Polisi Dilapor ke Propam

Foto Enam Polisi Dilapor ke Propam

* Diduga Paksa Teken Surat Penangkapan

SUKA MAKMUE – Samsuar bin M Thaib (35), warga Gampong Lueng T Ben/Suak Layang, Kecamatan Kuala Pesisir, Kamis (17/3) melaporkan enam anggota Polres Nagan Raya ke Propam Polres setempat. Laporan itu dilayangkan terkait dugaan penganiayaan, pengancaman dengan senjata api dan pemaksaan penandatanganan surat penangkapan terhadap Samsuar oleh enam polisi, Selasa (15/3) lalu. Informasi yang beredar saat itu Samsuar didatangi enam polisi ketika ia berada di bengkel tambal ban di Suak Layang, Kuala Pesisir.

Tiba-tiba polisi menodongkan pistol dan mengikat tangannya menggunakan lakban kuning. Ia juga dipaksa naik ke mobil minibus jenis Toyota Kijang Kapsul LGX hitam nomor polisi B 57 RED. Anggota keluarga korban, T Meurah Budiman mengatakan saat berada dalam mobil Samsuar yang diduga terlibat kasus KDRT mendapat pukulan di wajah hingga bengkak di mata kiri, dan perutnya memar.”Polisi juga melepaskan tembakan ke udara sebanyak dua kali seolah seperti menangkap tersangka teroris,” katanya. Padahal, kata T Meurah, saat ditangkap Samsuar tidak melawan.

Saat senjata polisi menyalak, sejumlah warga mendekat ingin mengetahui apa yang terjadi. Namun anehnya, ketika masyarakat mendekat enam polisi pakaian preman dari Polres Nagan Raya itu melarikan diri dengan mobil meninggalkan Samsuar dalam kondisi lemas setengah tak sadar. “Menurut Samsuar ia menerima pukulan dan tendangan bertubi-tubi saat berada dalam mobil,” kata Meurah Budiman. Atas kejadian itu pihak keluarga korban melaporkan keenam polisi tersebut ke Propam. Yakni Brigadir SA, Brigadir IS, SR, MB, SA, serta FP.

“Kami berharap kasus ini dapat diusut tuntas,” kata Meurah Budiman kepada Serambi, Jumat (18/3). T Meurah juga menjelaskan Samsuar menolak menandatangani surat penangkapan dalam kasus KDRT yang dituduhkan padanya. Sebab, kasus tersebut sudah diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak dan diketahui aparat desa.

Sementara itu Kapolres Nagan Raya AKBP Agus Andrianto yang dikonfirmasi Serambi Selasa (15/3) lalu mengatakan penangkapan terhadap Samsuar telah sesuai prosedur. “Namun kabarnya tersangka melakukan perlawanan saat berada di dalam mobil,” kata kapolres.

Apalagi, katanya, saat ditangkap banyak warga datang sehingga polisi yang sebelumnya telah menangkap Samsuar terpaksa melepaskannya di lokasi. Kapolres mengakui tersangka terpaksa dilepas sementara guna menghindari amuk massa karena saat kejadian jumlah warga di lokasi kejadian sangat banyak. Menyangkut laporan adanya penganiayaan, kapolres berjanji akan mempelajarinya untuk memastikan kejadian sebenarnya.(edi) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id