Kemenag Serahkan SK Ma’had Aly untuk Darul Munawwarah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kemenag Serahkan SK Ma’had Aly untuk Darul Munawwarah

Kemenag Serahkan SK Ma’had Aly untuk Darul Munawwarah
Foto Kemenag Serahkan SK Ma’had Aly untuk Darul Munawwarah

BANDA ACEH – Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menyerahkan SK pengesahan Ma’had Ali untuk Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng Pidie Jaya di Aula Kantor Kementerian Agama RI, Jakata Pusat, Selasa (1/8). SK ini diterima langsung oleh Mudir Ma’had Aly Darul Munawwarah Kuta Krueng, Abiya H Anwar Usman Ali.

Ma’had Aly adalah lembaga pendidikan tinggi yang fokus pada program studi Islam murni yang diselenggarakan pondok pesantren. “Alhamdulillah atas izin Allah SWT, SK telah kami terima tadi siang di kantor Kementerian Agama. Kami atas nama keluarga besar Ponpes Darul Munawwarah Kuta Krueng beserta seluruh jajaran mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya SK Ma’had Aly Darul Munawwarah,” kata Abiya H Anwar Usman Ali seperti disampaikan dalam siaran pers ke redaksi Serambi, Selasa (1/8) malam.

Dikatakan oleh putra Abu Kuta Krueng ini, Darul Munawwarah merupakan salah satu dayah tertua di Aceh. Dia berharap lembaga yang dipimpinnya itu mampu melahirkan kaderisasi ulama dari masa ke masa. “Kehadiran Ma’had Aly tidak mengejar formalitas legitimasi melalui SK yang diberikan. Kami komit dan bertekad untuk meningkakan kualitas, baik secara keilmuan maupun spritual untuk melahirkan ulama-ulama yang tafaqquh fiddin, “ tutur mantan Ketua Rabithah Taliban Aceh ini.

Dengan diterbitkan SK Ma’had Aly bagi Dayah Darul Munawwarah, maka saat ini sudah ada dua Ma’had Aly di Aceh, yakni Mudi Mesra Samalangan dan Darul Munawwarah Kuta Krueng. “Untuk Ma’had Aly Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, pendidikan akan fokus pada bidang takhassus tafsir wa ulumuhu dan fiqh wa usulihi. Hal ini merupakan bagian dari proses peningkatan kapasitas, kualitas, dan integritas pendidikan dayah di Aceh,” katanya.

Dikatakan, untuk meraih pengakuan dari Kementerian Agama tidaklah mudah. Banyak tahapan dan prosedur yang harus dilalui, termasuk harus bersaing dengan puluhan pondok pesantren lainnya di seluruh Indonesia.(rel) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id