Polisi Diminta Usut Penyimpangan APBG | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Diminta Usut Penyimpangan APBG

Foto Polisi Diminta Usut Penyimpangan APBG

SIGLI – Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA) meminta Polres Pidie segera mengusut dugaan penyimpangan terhadap pengelolaan dana Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) 2015 sebesar Rp 155 juta di Gampong Baroh Tijue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

“Adanya indikasi penyimpangan pengelolaan dana APBG 2015 sebesar Rp 155 juta untuk pembangunan kantor keuchik dan jalan rabat beton dengan menggunakan material bekas pakai, harus segera diusut, agar tidak terulang dan menjadi pelajaran gampong-gampong lain di Pidie,” kata Ketua JARA Pidie dan Pidie Jaya, Iskandar SPd, Sabtu (19/3).

Menurutnya, kucuran dana dari pemerintah pusat untuk desa pada hakikatnya adalah untuk mempercepat pembangunan desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu desa sendiri. Namun, dalam pelaksanaannya, pengelolaan anggaran desa ini banyak yang tidak transparan dan diselewengkan.

“Keuchik/kepala desa sebagai pengguna anggaran juga wajib melaksanakan amanah UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Sesuai pasal 3 ayat (a), yang menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik,” ujarnya.

Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH, secara terpisah mengatakan, pihaknya segera melakukan pengumpulan data-data sekaligus membentuk tim penyelidikan atas dugaan penyelewengan dana desa seperti yang dilaporkan masyarakat setempat beberapa hari lalu.

“Kami segera mengusut dugaan penyimpangan dana APBG Gampong Baroh Tijue, Pidie ini,” jelasnya. Seperti diberitakan Serambi dua hari lalu, sejumlah warga Gampong Baroh Tijue, Kecamatan Pidie, memprotes aparatur gampong setempat, karena menggunakan bahan/material bekas pakai dalam membangun fasilitas umum gampong.

Warga melaporkan, dana APBG 2015 untuk pembangunan kantor keuchik Rp 98.240.360. Sementara, kayu untuk kusen jendela, kusen pintu, plafon dan lainyya menggunakan kayu bekas pakai dari meunasah lama dan sisa pembongkaran gedung SMKN Sigli yang telah berusia puluhan tahun. Selain itu, untuk pembangunan ruas jalan rabat beton dengan anggaran Rp 57.2 juta juga menggunakan besi bekas.(c43) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id