Subuh Terakhir di Darul Falah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Subuh Terakhir di Darul Falah

Subuh Terakhir di Darul Falah
Foto Subuh Terakhir di Darul Falah

MOPEN L-300 BL 1663 AN yang terlibat tabrakan dengan pikap Gran Max BL 8450 F di Jalan Banda Aceh-Medan, kawasan Gampong Alue Dua, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa pada Senin pagi kemarin sedang dalam perjalanan dari Kutacane ke Banda Aceh. Lima tewas akibat insiden tersebut, yaitu tiga dari L-300 dan dua dari Gran Max.

Tragedi mengerikan itu menyisakan berbagai kisah. Salah satunya diceritakan Samsul (55), warga Gampong Blang Seunibong, Kecamatan Langsa Kota. Samsul adalah sopir II L-300 yang luput dari maut.

Samsul yang ditemui Serambi di IGD RSUD Langsa mengatakan, pada Minggu (30/7) sore dirinya bersama T Hadi Arianto (sopir I) bergerak dari Kutacane tujuan Banda Aceh.

Memasuki waktu shalat Subuh, sekitar pukul 05.20 WIB, Senin (31/7), L-300 yang membawa enam penumpang itu tiba di Langsa. Mereka berhenti di Masjid Agung Darul Falah Langsa untuk shalat Subuh.

Setelah shalat Subuh, L-300 melanjutkan perjalanan. Namun Samsul tidak ikut ke Banda Aceh dan menyerahkan tanggung jawab kepada T Hadi Arianto selaku sopir utama.

“Saya pulang ke rumah di Gampong Blang Seunibong dengan berjalan kaki, karena jarak rumah saya tidak jauh dari Masjid Raya. Hadi melanjutkan perjalanan ke Banda Aceh,” ujarnya.

Samsul menambahkan, saat bergerak dari Masjid Darul Falah, Hadi membawa tujuh penumpang, namun seorang di antaranya turun di sekitar Makodim 0104/Atim, Gampong Paya Bujok Seuleumak. “Mungkin saat itulah Hadi mempercayakan kemudi kepada temannya, Mar Juliani,” kata Samsul.

Menurutnya, Mar Juliani adalah rekan mereka yang dulunya sama-sama berprofesi sebagai sopir L-300. Ketika musibah terjadi, posisi sopir dikendalikan oleh Mar Juliani. Tabrakan dahsyat itu telah merenggut nyawa Mar Juliani dan sahabat seprofesinya, T Hadi Arianto. Dari enam penumpang yang mereka bawa, seorang di antaranya juga menemui ajal, lima lainnya luka-luka. Shalat Subuh di Masjid Raya Darul Falah Langsa sebelum musibah itu menjadi shalat Subuh terakhir bagi mereka.(zb) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id