RSUZA Butuh Alat Terapi Oksigen | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

RSUZA Butuh Alat Terapi Oksigen

RSUZA Butuh Alat Terapi Oksigen
Foto RSUZA Butuh Alat Terapi Oksigen

BANDA ACEH – Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) yang merupakan rumah sakit rujukan utama masyarakat Aceh membutuhkan alat terapi oksigen murni bernama ‘Chamber Hiperbarik’. Alat tersebut memiliki banyak manfaat, di antaranya sangat berguna bagi korban tenggelam yang mengalami keracunan nitrogen.

Hal itu diungkapkan Wakil Direktur (Wadir) Bidang Pelayanan Medis RSUZA, Dr dr Azharuddin SpOT (K) kepada Serambi, Minggu (30/7). Dia mengatakan, Aceh sebenarnya memiliki dua Chamber Hiperbarik yakni di RS PT Arun Lhokseumawe dan RS Angkatan Laut Sabang. Namun kedua alat tersebut kini dalam kondisi rusak.

“Bahkan RSUZA sebagai rumah sakit terbesar di Aceh belum memiliki alat ini. Padahal kegunaannya sangat penting,” ujar Azharuddin. Menurutnya, alat tersebut sangat dibutuhkan pasien keracunan nitrogen (decompression sickness) akibat terlalu dalam dan lama menyelam (diving) di laut.

Dia mencontohkan, baru-baru ini RSUZA menerima pasien decompression sickness bernama Fiona Christine Neve (22) asal Australia. Wisatawan tersebut tenggelam saat melakukan diving di laut Sabang. Dari RS Sabang, dia kemudian dirujuk ke RSUZA Banda Aceh. “Terlalu lama menyelam menyebabkan banyak nitrogen masuk ke dalam darahnya,” kata Azharuddin.

Namun akibat ketiadaan chamber hiperbarik, tim medis RSUZA hanya mampu melakukan stabilisasi terhadap pasien dan memberikan obat antinyeri. “Pasien decompression sickness umumnya merasakan nyeri yang luar biasa. Kondisi itu semestinya bisa dipulihkan dengan chamber hiperbarik,” jelas dia.

Tanpa menunggu lama, tim medis RSUZA lalu membawa pasien tersebut ke Medan untuk selanjutnya diterbangkan dengan pesawat khusus ke Singapore General Hospital (SGH), Singapura. “Pesawat khusus yang disebut ambulans udara itu mampu terbang rendah di bawah 1.000 kaki,” kata Azharuddin, dan menyebut Fiona kini sudah dirawat secara optimal di SGH.

WadirRSUZA, Dr dr Azharuddin SpOT (K) menambahkan, chamber hiperbarik memiliki banyak manfaat bagi pasien dengan latar penyakit berbeda. Selain meningkatkan konsentrasi oksigen pada seluruh jaringan tubuh, alat terapi tersebut juga dapat mempercepat proses penyembuhan bagi pasien diabetes serta terapi kecantikan.

“Setelah diterapi menggunakan alat ini, pasien menjadi lebih segar, badan tidak mudah lelah, dan bersemangat. Tapi harga per unitnya cukup mahal, mencapai miliaran rupiah,” ujar Azharuddin.

Pihaknya berharap pemerintah Aceh dapat membeli alat itu, seiring semakin banyaknya wisatawan asing yang gemar diving di Laut Sabang.(fit) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id