Geothermal Harus Rampung 4 Tahun | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Geothermal Harus Rampung 4 Tahun

  • Reporter:
  • Selasa, Agustus 1, 2017
Geothermal Harus Rampung 4 Tahun
Foto Geothermal Harus Rampung 4 Tahun

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf meminta PT Pertamina Geothermal Energy selaku mitra Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) harus bisa merampungkan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (Geothermal) Seulawah Agam, Aceh Besar empat tahun.

Gubernur Irwandi menyampaikan hal ini dalam acara penandatangan kerja sama (MoU) pembentukan PT Geothermal Energi Seulawah antara PDPA dengan PT Pertamina Geothermal Energy di ruang kerja Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (31/7). Penandatanganan itu oleh Dirut PT Pertamina Geothermal Energi, Irfan Zainuddin dan Dirut PDPA, Muhsin. “Harapan ini kami sampaikan karena proyek tersebut sudah delapan tahun lebih terhenti dan baru digerakkan kembali setelah kami kembali menjabat gubernur,” kata Irwandi Yusuf.

Irwandi mengatakan proyek Geothermal itu sudah dirintisnya sejak 2008 atau saat ia menjabat Gubernur bersama Wakilnya Muhammad Nazar. Menurutnya, ketika itu masa rehab-rekon Aceh setelah gempa dan tsunami, Pemerintah Jerman memprogramkan akan memberikan hibah kepada Aceh untuk pembangunan listrik ramah lingkungan, sehingga Irwandi membuat Program Aceh Green. Kemudian mendapat bantuan dari Pemerintah Jerman untuk ekplorasi proyek ini 10 juta dolar AS atau 7,720 juta Euro (Rp 108 miliar).

Namun, selanjutnya proyek ini tak berjalan karena Irwandi sudah berakhir masa jabatan pada 2012. Kemudian proyek ini tak dilanjutkan oleh gubernur yang menggantikannya ketika itu, sehingga kini dilanjutkan lagi oleh Irwandi yang kembali menjabat gubernur.

Irwandi meminta semua tahapan proyek itu mulai survei, eksplorasi dan eksploitasinya harus cepat dilakukan karena kebutuhan listrik di Aceh terus meningkat. Sedangkan tambahan energi sangat lambat. Karena itu, jika target I program pembangkit listrik panas bumi Seulawah Agam 55 MW bisa beroperasi dalam waktu 4-5 tahun, dilanjutkan tahap kedua sebesar sama, tahap ketiga dan seterusnya hingga mencapai 165 MW. Jumlah energi dari sumber panas bumi Seulawah Agam ini sesuai hasil penelitian Tim Geothermal Nasional sebelumnya.

“Kalau itu nanti bisa tercapai, ditambah pembangkit listrik tenaga gas, air dan lainnya yang telah diprogramkan PLN, daerah ini bisa surplus energi listrik dan minat investor asing untuk investasi menjadi tinggi,” kata Irwandi.

Selain Irwandi, penandatanganan MoU ini juga disaksikan pejabat Aceh lainnya, antara lain Wagub Nova Iriansyah, Wakil Ketua DPRA Drs Sulaiman Abda MSi, Asisten I Dr Iskandar A Gani, Asisten II Syaiba Ibrahim, Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral, Akmal Husen, dan staf ahli Gubernur T Syakur.

Menanggapi permintaan Gubernur, Irwandi Yusuf, Dirut PT Pertamina Geothermal Energy, Irfan Zainuddin mengatakan berdasarkan pengalaman PT Pertamina dalam proyek yang sama di Sulawesi dan Sumatera Selatan, maka pelasanaan proyek ini 5-6 tahun baru bisa beroperasi. Begitu pun ia mengatakan bisa saja menyelesaikan dalam waktu diberikan Gubernur Irwandi berkat dukungan masyarakat. “Dukungan dari masyarakat sangat kita harapkan dan tidak ada masalah dalam pembebesan lahan, sehingga proses ini bisa berjalan lebih cepat,” kata Irfan Zainuddin.

Adapun sumber dana untuk proyek ini, kata Irfan bisa dari dana korporasi Pertamina atau pinjaman lunak lunak dari Bank Dunia atau JICA. “Setelah penandatanganan ini, pengurus PDPA segera mengurus izinnya ke Kementerian ESDM. Sedangkan kegiatan survei dan eksplorasinya baru akan dilakukan setelah ada izin. Targetnya bulan September 2017,” demikian Irfan Zainuddin. (her) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id