Sipir Penjara Sulit Buktikan Pemilik Narkoba | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sipir Penjara Sulit Buktikan Pemilik Narkoba

Foto Sipir Penjara Sulit Buktikan Pemilik Narkoba

* Di Rutan dan Lapas di Aceh

IDI – Usai melakukan penggeledahan di Lapas II B dan Lapas Narkotika Kota Langsa, pada Jumat (19/3), Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Aceh, Suwandi, didampingi Kepala Divisi Permasyarakatan Muji Raharjo, dan Kepala Divisi Imigrasi, Ahmad Samadan, serta sejumlah Satgas Keamanan dan Ketertiban Kemenkum dan HAM, juga mengunjungi Rutan Idi, Aceh Timur, pada Jumat petang.

Saat berada di Rutan Idi, Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Aceh, Suwandi SH MH mengeluarkan pernyataan yang mengatakan sulit bagi pihaknya untuk membuktikan pemilik dari setiap narkoba yang ditemukan di dalam Rutan maupun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Sipir sering menemukan adanya narkotika yang disimpan di luar kamar/sel. Namun saat ditanya tak ada yang mengaku sebagai pemilik,” katanya.

Ia mengaku, banyaknya narkoba yang beredar di dalam Rutan/Lapas, karena minimnya petugas penjaga. “Dengan banyaknya warga binaan dan keterbatasan petugas kami, sangat sulit bagi petugas kami (sipir penjara) untuk mengawasinya,” ungkap Suwandi.

Suwandi mencontohkan, Rutan Idi yang berkapasitas 63 orang, saat ini dihuni 378 orang. Sedangkan petugas hanya 26 orang. Dengan keterbatasan petugas, bisa saja mereka lolos saat memasok barang terlarang itu ke dalam Rutan atau Lapas,” ungkap Suwandi.

Untuk mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi lagi ke depan, ia pun meminta Kepala Lembaga Permasyarakat (Lapas), Rutan, dan Cabang Rutan, untuk lebih berhati-hati dan waspada saat jam kunjungan/bezuk. “Kalapas, Kepala Rutan, dan Kacab Rutan, juga harus melakukan penggeledahan secara berkala, sedikitnya satu bulan sekali,” tegasnya.

Suwandi juga berjanji akan menjatuhkan sanksi pemecatan bagi petugas LP/Rutan/Kacabrutan yang terbukti ikut serta dalam memasukan barang-barang terlarang ke dalam penjara.

“Jika ada sipir maupun pegawai Kemenkum HAM yang terbukti membantu memasukan barang terlarang ke dalam Rutan atau Lapas, termasuk jika kedapatan mengonsumsi narkoba, sanksinya harus dipecat,” katanya.

Menurutnya, sanksi ini sesuai perintah Menteri Hukum dan HAM yang tidak akan menolerir petugas yang terlibat dalam penggunaan dan penjualan narkoba di dalam Lapas, Rutan dan Cabang Rutan di seluruh Indonesia.(c49) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id