Issu Suhu di Aceh Capai 40 Derajat Selsius “Hoax” | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Issu Suhu di Aceh Capai 40 Derajat Selsius “Hoax”

Foto Issu Suhu di Aceh Capai 40 Derajat Selsius “Hoax”

aceh.Uri.co.id, BANDA ACEH – Kasi Data dan Informasi BMKG Bandara Sultan Iskandarmuda Blang Bintang, Zakaria SE mengimbau masyarakat tak terpancing issu “equinox” yang sengaja “diedarkan segelintir orang tak bertanggungjawab.

“Telah beredar isu tentang hoax equinox. Dimana isu yang berkembang adalah terjadi peningkatan suhu udara yang signifikan dimana meningkatnya sampai sembilan derajat selsius atau suhunya mencapai 40 derajat selsius.

Perlu kami jelaskan, equinox adalah peristiwa yang berkaitan dengan gerak semu matahari, dimana dalam setahun matahari berada persis/tepat di atas khatulistiwa (tgl 21 Maret dan 23 September), sehingga mirip fenomena alam yang normal. “Sekali waktu memang udara terasa panas. Tetapi biasanya suhu panas tidak berbarengan dengan lintasan matahari, ada jedah waktunya.

Udara panas tidak semata mata-mata karena intensitas matahari, tetapi juga banyaknya awan seperti halnya efek rumah kaca. Sekali lagi kami katakan bawa fenomena ini merupakan peristiwa alam yang normal.

Khususnya untuk wilayah Aceh yang berada di Utara garis khatulistiwa dengan posisi matahari tepat atau posisinya hampir tegak lurus diatas wilayah Aceh adalah pada bulan Juni. Oleh karenanya pada bulan Juni Aceh mengalami peningkatan suhu, namun tidak seperti issu yang berkembang, suhunya sampai 40 derajat selsius.

Dari hasil observasi BMKG, suhu tertinggi yang pernah dicapai adalah 37 derajat selsius. “Itupun jarang sekali, Namun, bila dilihat suhu udara max di Aceh berkisar 35-36 derajat selsius. Yaitu untuk daerah dataran rendah seperti Banda Aceh, sebagian Aceh Besar, Sigli, Biren, Lhokseumawe dan daerah dataran rendah lainya. Sedangkan di dataran tinggi tidak sampai segitu,” jelas Zakaria, kepada aceh.Uri.co.id, Minggu (20/3).

Perlu juga kami sampaikan kpd masyarakat suhu udara maximum di Aceh untuk dataran rendah berkisar antara 32 – 34 derajat selsius. Sedangkan dataran tinggi berkisar antara 28 – 30 derajat selsiua.

Untuk itu BMKG Aceh menghimbau untuk tidak panik dalam menanggapi isu tersebut.
Namun kami tak bosan-bosan berharap kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan saat membuka dan membersihkan lahan pertanian.

Karena, Aceh sudah memasuki musim kemarau. Perlu diketahui juga beberapa hari yang lalu wilayah Aceh sempat terpantau 8 titik panas dan Alhamdulillah hari ini sudah berkurang tinggal hanya 2 titik panas.

Untuk cuaca laut tiga hari kedepan masih tergolang aman dengan gelombang tertinggi 1,5 m di samudra hindia barat aceh dan Simeulu bagian barat, sedangkan yg wil pesisir Aceh lainnnya tinggi gelombang laut antara 0,5 – 0,75 meter.

Kecuali itu, Zakaria mengimbau masyarakat untuk tidak mengkhawatirkan dampak fenomena ‘equinox’. Karena, keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis dan rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36 derajat celcius,” katanya.

“Equinox bukan seperti ‘heat wave’ yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat menyebabkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama,” tambah dia.

Dijelaskan, secara umum kondisi cuaca di beberapa wilayah di Indonesia cenderung kering seperti Sumatera bagian utara mulai memasuki musim kemarau. Masyarakat diimbau tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan.

Sebelumnya, beredar informasi melalui pesan singkat bahwa akan terjadi fenomena equinox yang disebut akan memengaruhi Malaysia, Singapura dan Indonesia pada lima hari ke depan.

Pesan tersebut juga menyarankan untuk tinggal di dalam rumah atau di ruang kerja terutama dari pukul 12.00 – 15.00 setiap hari. Suhu akan berfluktuasi sampai 40 derajat selcius. Hal ini dapat dengan mudah menyebabkandehidrasi dan matahari stroke.

Diminta juga untuk menjaga kesehatan diri agar tidak dehidrasi. Setiap orang setidaknya mengonsumsi sekitar tiga liter cairan setiap hari. Memonitor tekanan darah. Kemungkinan mendapatkan serangan panas dan mandi air dingin sesering mungkin. (awi) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id