Polisi Gerebek Galian C Ilegal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Gerebek Galian C Ilegal

Polisi Gerebek Galian C Ilegal
Foto Polisi Gerebek Galian C Ilegal

* Pengusaha dan Operator Excavator Jadi Tersangka

LHOKSEUMAWE – Personil Polres Lhokseumawe pada Sabtu (29/7) malam, menggerebek lokasi galian C berupa batu gajah yang diduga ilegal di kawasan Krueng Tuan, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan dan menetapkan pengusaha galian C itu, KH (40) asal Dewantara, Aceh Utara bersama operator excavator berinisial AN (39), warga Muara Satu, Lhokseumawe, sebagai tersangka. Kecuali itu, delapan unit truk interculer pengangkut batu gajah dan satu unit excavator juga ikut disita dari tiga lokasi berbeda.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha, kemarin, menjelaskan, penangkapan ini berawal dari laporan adanya sejumlah truk interculer melintas di Jalan Medan-Banda Aceh sedang mengangkut batu gajah hasil dari eksploitasi galian C yang diduga dilakukan secara ilegal.

Berdasarkan dari laporan tersebut, maka pihaknya pun melacak keberadaan truk interculer pengangkut batu gajah itu, sehingga sekitar pukul 21.30 WIB berhasil mencegat lima unit interculer yang mengangkut batu gajah di kawasan Buket Rata, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. “Batu gajah tersebut direncanakan akan diangkut ke Aceh Timur,” ujar AKP Budi.

Setelah menangkap lima interculer bermuatan batu gajah, lanjut dia, pihaknya kemudian langsung mengembangkan penyelidikan dengan mendatangi kawasan Nisam Antara. Namun, menjelang personil polisi tiba di lokasi galian C, petugas kembali menemukan tiga interculer yang juga bermuatan batu gajah. “Dalam pengembangan terakhir yang kita lakukan ke lokasi eksploitasi, berhasil mengamankan satu unit excavator serta menangkap pengusaha galian C dan operatornya,” kata AKP Budi.

Pada malam itu juga, terangnya, penyidik langsung memintai keterangan delapan sopir interculer, pengusaha, dan operator excavator. Sehingga untuk sementara ini, yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah pengusaha dan operator alat berat tersebut. “Untuk barang bukti, lima interculer kita titipkan di Polsek Meurah Mulia, sedangkan tiga interculer lagi, ditambah satu alat berat, kita titipkan di Polsek Dewantara,” demikian AKP Budi.(bah) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id