2.380 Koperasi di Aceh Mati | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

2.380 Koperasi di Aceh Mati

2.380 Koperasi di Aceh Mati
Foto 2.380 Koperasi di Aceh Mati

BANDA ACEH – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Mulyadi, mengatakan 2.380 koperasi di Aceh (34 persen), umumnya Koperasi Unit Desa (KUD) sudah tak aktif atau mati. Sedangkan sisanya sekitar (66 persen) dari total 7.000 koperasi di Aceh masih aktif.

Mulyadi menyampaikan hal ini dalam sambutannya saat Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Restrukturisasi Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Jumat (27/7). Kegiatan ini dilaksanakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan diikuti pengurus dan pembina koperasi di Aceh.

Matinya koperasi ini, kata Mulyadi disebabkan berbagai faktor. “Antara lain karena induk dari KUD, yaitu Puskud yang diharapkan bisa menjadi penggerak kegiatan usaha KUD di bidang pertanian dan lainnya tidak berjalan sebagaimana kita harapkan,” kata Mulyadi.

Mulyadi mencontohkan pengurus Puskud banyak terpecah dua atau satu sama lainnya saling tuding dan gugat, sehingga Dinas Koperasi dan UKM Aceh sudah beberapa kali memanggil kedua pihak pengurus untuk berdamai, tetapi kedua pihak tetap saja tidak mau berdamai dan bertahan pada pendiriannya masing-masing. “Ratusan koperasi yang sudah mati telah dihapus dalam daftar koperasi,” jelasnya.

Sebaliknya, tambah Mulyadi, ratusan koperasi baru juga tumbuh dengan berbagai jenis usaha, terutama koperasi pengumpul dan pedagang kopi, kakao, karet, sawit dan lainnya.

Koperasi-koperasi yang baru tumbuh, kata Mulyadi terus dibina melalui konsultan dan UMKM yang ada sekarang ini, terutama dalam mengelola usaha dan akses pasar komoditi yang dikumpul dari petani untuk dijual ke pasar dan diekspor, seperti koperasi kopi di Bener Meriah dan Aceh Tengah serta daerah lain yang sudah memiliki jaringan ekspor ke Eropa, Amerika, Jepang, dan Singapura.

Asisten Pemetaan Kondisi dan Peluang Usaha Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil, Wardoyo mengatakan, sasaran dari Program Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Restrukturisasi Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, untuk menata kembali usaha koperasi, mikro, kecil dan menengah. Pasalnya, koperasi itu menjadi lembaga ekonomi yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Hal ini juga seperti disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Mulyadi.(her) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id