Petugas Temukan Timbangan Sabu di LP | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Petugas Temukan Timbangan Sabu di LP

Foto Petugas Temukan Timbangan Sabu di LP

* Napi Kabur, 6 Sipir Diperiksa

LANGSA – Dugaan bahwa Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika pun tidak terbebas dari peredaran narkoba, kini terbukti di LP Narkotika Langsa. Saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak) Kamis (18/3) malam, petugas menemukan di LP itu timbangan elektrik untuk menimbang sabu-sabu, bong (alat pengisap sabu), dan aluminum foil.

Tim Satuan Tugas Penertiban LP dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) bentukan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham Aceh) yang menyidak LP Narkotika Langsa juga menemukan 37 handphone (hp) milik napi. “Semuanya kita sita,” kata Kakanwil Kemenkumham Aceh, Suwandi MH, menjawab Serambi tentang barang-barang yang seharusnya tidak berada di bilik-bilik para narapidana (napi) tersebut.

Dalam sidak itu juga ditemukan puluhan set kartu joker dan domino.

Diduga, sebelum penggeledahan dilakukan, informasi tentang sidak sudah bocor duluan ke napi. Indikasinya, semua barang bukti (BB) yang dilarang itu ditemukan tidak di dalam kamar napi, melainkan di lapangan yang berada tengah LP tersebut.

Kakanwil Kemenkumham membantah jika operasi mereka sudah bocor duluan ke pihak napi. “Mungkin karena ada berita di media tentang penggeledahan di sejumlah LP dan rutan beberapa hari terakhir, sehingga napi mengantisipasinya dengan tidak membawa barang-barang terlarang itu ke kamar tahanan,” kata Suwandi.

Terkait ditemukannya timbangan elektrik yang biasanya digunakan bandar atau pengedar untuk menimbang sabu-sabu yang diperjualbelikan, Suwandi berkata, “Bisa saja, kemungkinan ada peredaran sabu-sabu di dalam LP tersebut. Tapi sulit kita buktikan karena kita tidak tahu siapa pemilik timbangan itu. Soalnya, kita temukan di luar kamar mereka. Jadi, sulit kita telusuri,” ujar Suwandi.

Ia langsung yang memimpin sidak tersebut didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Aceh, Muji Raharjo MH, Kepala Divisi Keimigrasian Aceh, Achmad Samadan SIP, serta Kabid Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Aceh, Prajoko Yuwono MSi. Sidak itu juga melibatkan 75 personel gabungan dari Kanwil, LP Kelas II Langsa, LP Idi Aceh Timur, dan LP Kualasimpang Aceh Tamiang.

Menurut Suwandi, dengan terbatasnya jumlah personel di LP Narkotika, yakni hanya 23 orang, sementara mereka harus mengawasi 208 napi, menjadi salah satu kendala serta kelemahan dalam pengawasan yang sedianya berlangsung ketat. Termasuk terhadap tamu LP.

Amatan Serambi, sidak tersebut dimulai 21.00 hingga 00.00 WIB. Satu per satu kamar atau sel di LP Narkotika itu digeledah. Awalnya para napi dikeluarkan dan badannya semua digeledah petugas. Selanjutnya petugas masuk ke sel disaksikan seorang napi untuk memeriksa barang-barang napi di dalam sel tersebut.

Namun, hampir seluruh dari 20 sel napi yang digeledah tidak ditemukan hp, bong, timbangan elektrik, dan aluminium foil. Barang-barang itu justru ditemukan petugas terbungkus di luar sel, baik di depan kamar sel, di lapangan, maupun di tempat lainnya.

Bahkan semua hp didapati petugas dalam keadaan terbungkus plastik. Ada juga yang diselip di lubang dan di lokasi lainnya di LP tersebut. Namun, para petugas hanya mendapati di sel napi seperti dompet, buku nikah, kabel, tape compo, kartu joker, dan karu domino.

Sementara itu, saat sidak di LP Kelas I B Langsa, Jumat (18/3) pagi, tim Kanwil Kemenkumham Aceh mendapati 16 alat pengisap sabu (bong), satu amplop ganja kering, 70 unit hp, lebih dari 50 unit charger, uang Rp 5.222.0000, 1 paspor, 50 senjata tajam, 14 dompet, 1 sertifikat tanah. dari satu set alat pembuat tato.

Menurut Suwandi, ke-37 hp yang didapat di LP Narkotika Langsa dan 70 unit hp yang disita dari LP Kelas II Langsa itu semuanya disita Kemenkumham Aceh. Untuk uang napi yang disita, Suwandi memerintahkan kepala LP memanggil keluarga napi pemilik uang untuk diserahkan kepada mereka. Barang-barang lainnya akan dimusnahkan.

 6 Sipir diperiksa
Sementara itu, enam sipir LP Kelas II Lhokseumawe diperiksa secara internal gara-gara keburnya napi narkoba Zulkarnaen (41) pada Kamis (17/3) dini hari. Polisi hingga kemarin masih mencari napi tersebut.

Kepala LP Kelas II Lhokseumawe, Ely Yuzar, kemarin siang menyebutkan, napi yang kabur itu belum juga ditemukan. Pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian dalam upaya pencarian.

Akibat kaburnya napi tersebut, secara internal pihaknya memeriksa enam sipir yang piket malam itut. Keenam sipir mulai diperiksa sejak Kamis hingga Jumat kemarin.

Keenam sipir itu diperiksa karena ada unsur kelalaian dalam

bertugas, sehingga seorang napi narkoba bisa kabur dari LP. “Kita periksa mereka untuk mengetahui tingkat kelalaiannya saat bertugas. Hasilnya akan kita kirim ke Kanwil Kemenkumham Aceh,” pungkasnya.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Anang Triarsono, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE, menyebutkan sejauh ini pihaknya masih terus memburu napi tersebut. Segera dilayangkan surat panggilan ke LP untuk bisa memeriksa para sipir yang piket malam itu.

Sebelumnya diberitakan, Zulkarnaen, napi narkoba, Kamis (17/3)
pukul 07.00 WIB menghilang dari LP Lhokseumawe. Satu jam setelah diketahui menghilang, LP itu dirazia tim Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh bersama polisi. (zb/bah) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id