Tiongkok Sulap Pesawat Indonesia Jadi Restoran | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tiongkok Sulap Pesawat Indonesia Jadi Restoran

Foto Tiongkok Sulap Pesawat Indonesia Jadi Restoran

AL-ZUHRI, alumnus MIN Peulumat Labuhan Haji Timur, Aceh Selatan, Mahasiswa Master Communication Studies di HUST, melaprkan dari Wuhan, Tiongkok

AMAZING, lanskap fantastis hadir di Tiongkok saat ini. Sebuah pesawat tiba-tiba terpakir di tengah bangunan megah khas Germany style di Kota Wuhan. Ini merupakan salah satu lokasi bangunan dengan ornamen Eropa, selain Italy style dan Spanish style.

Setelah saya telusuri, ternyata pesawat ini adalah Batavia Air, jenis Boeing 737 PK-YVO. Pesawat ini berasal dari maskapai penerbangan Indonesia yang telah berhenti beroperasi sejak 2013 karena dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Kini pesawat ini dibeli pengusaha kaya asal Tiongkok seharga 35 miliar yuan atau setara ±70 miliar rupiah untuk didatangkan ke Wuhan.

Bekas pesawat ini akan dijadikan restoran bertema restoran udara. Pemilik ide benar-benar ingin menghadirkan sensasi dengan nuansa santapan baru di kota yang berslogan “Different Everyday” ini. Ini tentu memikat banyak orang untuk mencoba seperti apa sensasi restoran di dalam pesawat dengan pelayanan ala maskapai penerbangan.

Awalnya saya memperoleh informasi ini dari foto postingan teman Mongolia di Wechat yang sudah duluan ke sana. Darinya saya mulai menghimpun beberapa informasi awal sebelum langsung ke lokasi dimaksud. Ternyata pesawat yang ada di gambar itu berada di Optics Valley Square atau Guanggu Guangchang yang familiar dikenal di sini. Lebih tepatnya lagi di Deguo Fengqing Jie (Germany Style Street), berdekatan dengan Deguo Huoche Zhan (Germany Railway Stasion).  Bila dari kampus saya lokasinya sangat dekat karena berhadapan dengan gerbang selatan kampus, sehingga saya langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran kabar tersebut. Di sana saya saksikan beberapa pekerja sedang sibuk mempersiapkan kondisi totalnya. Selain diberi pagar batas, tempat ini juga mendapat penjagaan dari polisi untuk menghindari terjadinya kemungkinan yang tidak diharapkan.

Pengunjungpun tampak ramai mengambil gambar dari lantai atas gedung lainnya, dikarenakan lokasinya sementara ini ditutup pagar pembatas. Sebagian juga tampak membicarakan persoalan pesawat ini dan penasaran akan jadi seperti apa nantinya.

Beberapa media menyebut pesawat ini dibawa dari Indonesia menggunakan kapal. Hal yang sama juga diberitakan oleh media-media Tiongkok dan mancanegara. Ini tentu bisnis yang menguntungkan, sebab lokasi ini merupakan salah satu pusat belanja terbesar dan tempat keramaian di Kota Wuhan. Hampir saban hari tempat ini tak pernah sepi oleh lalu-lalang pengunjung, karena tempat ini menjawab semua apa yang mereka cari.

Tampaknya Wuhan benar-benar ingin memanjakan pengunjungnya dengan cara menambah berbagai sensasi unik di kawasan ini. Lantaran di sini terdapat hotel, mal-mal besar, bioskop, karaoke, arena games, restoran, supermarket, kafe, gedung khas Eropa, dan sebagainya. Tempat ini benar-benar mampu memboyong pengujung untuk datang menghabiskan waktu dan uang dengan berbelanja sambil mencari hiburan. Produk-produk yang dipasarkan di sini rata-rata branded, malah ada yang impor.

Sampai saat ini wujud pesawat ini masih sama seperti aslinya. Hanya saja ruangan dalamnya yang mulai perlahan dipoles. Logo bendera Indonesia juga masih tampak mewarnai dinding depan dekat pintu pilot dan co-pilot. Saya tak tahu apakah ke depannya akan dilakukan perombakan pada warnanya atau akan tetap dipertahankan keaslianya.

Pesawat dengan slogan “Trust Us to Fly” ini mulai beroperasi di Indonesia sejak 2002. Termasuk salah satu pesawat yang diberikan izin terbang ke Uni Eropa sejak Juni 2010. Sampai hari ini masih dalam masa persiapan untuk menjadi sebuah restoran mewah. Diharapkan restoran ini rampung dan mulai resmi beroperasi pada Juni mendatang. Ada-ada saja memang ide orang Tiongkok. Kita tunggu saja seperti apa wujudnya nanti dan seberapa mampu menarik minat pengunjung.

Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email [email protected] (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id