Macet Air PDAM di Sabang Berlanjut | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Macet Air PDAM di Sabang Berlanjut

Foto Macet Air PDAM di Sabang Berlanjut

SABANG – Suplai air PDAM untuk pelanggan di sejumlah desa di Kota Sabang, hingga dengan Jumat (18/3) masih berlanjut. Sehingga tak normalnya suplai air kepada pelanggan itu sudah mencapai sepekan lebih. Kondisi itu membuat para pelanggan air PDAM Tirta Aneuk Laot di Sabang kecewa berat.

Fitri, seorang pelanggan PDAM di Gampong Ie Meulee, Kecamatan Suka Jaya kepada Serambi Jumat (18/3) mengakui sangat kewalahan untuk mendapatkan air bersih. Soalnya hingga Jumat kemarin suplai air PDAM masih belum normal.

Bahkan, air PDAM yang sebelumnya mengalir dua hari sekali, kini sudah mencapai seminggu lebih air hanya mengucur empat hari sekali. Kondisi ini semakin memperpanjang terjadinya krisis air bersih di Sabang. Karena pengiriman air yang dilakukan PDAM empat hari sekali itu jelas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sehubungan dengan itu, masyarakat mendesak pihak PDAM mempercepat penanganan kerusakan pipa transmisi di kawasan Tanoh Buju, Gampong Cot Ba’U, sehingga para pelanggan bisa kembali menikmat air bersih tersebut. “Kemacetan air PDAM kali ini sangat meresahkan, karena persitiwa itu terjadi saat musim kemarau,”katanya.

Hal senada juga disampaikan sejumlah pelanggan lainnya di Bay Pass, yang mengakui hingga kini masih membeli air dari mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sebab, selain tidak lancar, air yang disuplai PDAM itu, juga keruh tidak layak konsumsi. “Kemarin itu katanya sedang pembersihan bak, sehingga suplai air macet. Tapi sudah beberapa hari air PDAM kok belum juga mengucur,” ujar Usman seorang warga.

 Masih dalam perbaikan
Sementara Direktur PDAM Tirta Aneuk Laot, Cut Faisal Syahputra, yang dihubungi siang kemarin membenarkan bahwa sampai dengan Jumat kemarin suplai air ke rumah pelanggan masih belum normal.

Hal ini sehubungan dengan masih adanya perbaikan dan pemindahan pipa transmisi di kawasan Tanoh Buju. Kata Cut Faisal, pipa transmisi itu patah sekitar 10 hari lalu, akibat ada penggalian pasir. “ Kini pekerja sedang memperbaiki pipa yang patah itu. Dalam tiga hari ini suplai air kembali lancar,”kata Faisal berjanji.(az) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id