Polisi Tahan Mantan Kepala PT Pertani | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Tahan Mantan Kepala PT Pertani

Foto Polisi Tahan Mantan Kepala PT Pertani

* Terkait  Dugaan Korupsi Pengadaan Benih Kedelai

BLANGPIDIE – Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menahan dua mantan pejabat PT Pertani (Persero) Cabang Pemasaran Aceh. Keduanya ditahan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan dan penyaluran bantuan Cadangan Benih Nasional (CBN) kedelai sebanyak 520.000 kg (520 ton) bersumber dari dana APBN 2011.  

Kedua tersangka yang ditahan di Mapolres Abdya tersebut yakni BD (47), mantan kepala Pertani (Persero) Cabang Pemasaran Aceh dan SK (53), mantan Kasi Proyek Pemerintah pada PT Pertani (Persero) Aceh. Keduanya ditahan 20 hari mulai 9 Maret.

Kapolres Abdya AKBP Hairajadi SH dalam ekspose kasus kemarin mengungkapkan kasus tersebut berawal ketika Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Tanaman Pangan tahun 2011 melakukan pengadaan dan penyaluran bantuan CBN benih kedelai sebanyak 520.000 kg (520 ton) untuk 282 kelompok tani di Kabupaten Abdya dengan menyerapkan anggaran APBN 2011 senilai Rp 6,4 miliar.

Dalam hal ini, Dirjen Tanaman Pangan dan PT Pertani (Persero) Jakarta membuat kontrak Public Service Obligation (PSO) sebagai pelaksana pengadaan dan penyaluran benih kedelai sampai ke kelompok tani penerima. Akan tetapi, PT Pertani hanya mengadakan benih kedelai sekitar 285.440 kg (atau setengah dari kontrak 520.000 kg).

Benih tersebut kemudian dikirim ke gudang penyimpanan benih Dinas Pertanian Abdya. Namun benih kedelai tidak dapat digunakan karena telah busuk. Sedangkan sisa benih kedelai sebanyak 234.500 kg tidak dilakukan pengadaan oleh PT Pertani. Sebaliknya kepala PT Pertani Cabang Pemasaran Aceh yang waktu itu dijabat BD membuat laporan palsu seolah benih kedelai untuk Abdya sebanyak 520.000 kg sudah terealisasi seluruhnya.

Kemudian Kasi Proyek Pemerintah pada PT Pertani (Persero) Cabang Pemasaran Aceh waktu itu dijabat SK juga membuat Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) palsu kepada 282 kelompok tani di Abdya. Padahal, kelompok tani tersebut tidak pernah menerima benih kedelai tersebut.

“Perbuatan kedua tersangka menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 6.410.690.000. Kerugian tersebut berdasarkan hasil audit BPKP Nomor: SR-1979/PW01/5/2015 tanggal 1 September 2015,” kata Kapolres Abdya AKBP Hairajadi didampingi Wakapolres Kompol Wahyudi Shabara dan Kasat Reskrim AKP Misyanto M SE.

Kedua tersangka melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 dan atau pasal 9 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman antara empat sampai dua puluh tahun dan pidana denda antara Rp 50 juta sampai Rp 250 juta.

Periksa 30 Saksi
KAPOLRES Abdya AKBP Hairajadi menegaskan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan benih kedelai untuk 282 kelompok tani di Abdya mulai disidik Februari 2015. Penyidik sudah meminta keterangan sekitar 30 saksi di antaranya pihak Kementerian Pertanian RI, PT Pertani (Persero) dan Dinas Pertanian Kabupaten Abdya serta Kelompok Tani di Abdya. Kapolres AKBP Hairajadi menyebutkan tidak tertutup kemungkinan tersangka akan bertambah.(nun) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id