Artis yang Diduga Menyiksa Dua Pembantunya Mengaku Cucu Adam Malik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Artis yang Diduga Menyiksa Dua Pembantunya Mengaku Cucu Adam Malik

Foto Artis yang Diduga Menyiksa Dua Pembantunya Mengaku Cucu Adam Malik

aceh.Uri.co.id, JAKARTA — Artis sinetron Andi Shyalimar Malik alias Cima yang dilaporkan karena menyiksa pembantu rumah tangga (PRT) mengaku sebagai cucu Wakil Presiden Indonesia yang ketiga, Adam Malik.

Pengakuan ini dituliskannya di akun path dan twitternya.

“Lg iseng baca sejarah kakek sendiri #adammalik ~.” tulisnya sambil memosting foto Adam Malik.

Demikian juga yang ditulisnya di keterangan akun instagramnya, A. SHYALIMAR malik – i am the granddaughter ADAM MALIK (wapres1978-1983) – DON’T JUDGE ME UNTIL YOU KNOW ME.

Shyalimar dilaporkan Tiara dan Salimah dua PRT di rumahnya.

Dua PRT ini mengaku tak kuat mengalami siksaan oleh majikannya hingga melaporkan perlakuan majikannya ini ke polisi.

Dua itu bekerja pada Shyalimar dan kakaknya, Nabila di Perumahan Prima Lingkar Asri, Jalan Caman Raya, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi.

Tiara mengatakan, aksi kekerasan dipicu karena masalah sepele. Misalnya, jika dia telat datang ketika kedua majikan memanggilnya.

Akibatnya, dia ditendang dan rambutnya dijambak. Menurut Tiara, PRT di rumah itu ada tiga orang. Akan tetapi, saat diselamatkan warga, Marni (19), ditahan oleh majikannya tersebut.

“Marni malah lebih parah mendapatkan perlakuan kasar, pokoknya kami sudah diperlakukan seperti binatang,” ucapnya. Dia menambahkan, seharusnya, dia mendapat gaji Rp 2,7 juta.

Akan tetapi, pada bulan pertama bekerja, dia hanya menerima Rp 1,2 juta dan bulan berikutnya Rp 1,8 juta. Setelah itu, dia tidak pernah digaji lagi dan disekap di dalam rumah tanpa boleh keluar rumah sama sekali.

Menurut Tiara, Cima dan Nabila merupakan anak majikannya, Andi Tahir. “Saya pernah dipukul juga pakai panci, tapi orangtuanya diam aja. Padahal saya sudah menjerit kesakitan dan menangis,” ucapnya.

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Puji Astuti mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus itu. “Kami masih menunggu hasil visum dari pihak dokter, karena ini berupa laporan secara lisan saja,” ujar Puji.

Menurutnya, keadaan fisik pelaku tidak terdapat tanda-tanda kekerasan.

Oleh karena itu, Unit PPA Polresta Bekasi Kota menunggu hasil visum dari pihak dokter yang akan dikeluarkan Sabtu (19/3).

Alasannya, bekas luka aniaya dua pembantu itu sudah hilang.

“Dua hari ke depan hasil visum keluar dan langsung kami proses,” kata Puji. (*) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id