Daya Lebih, Listrik Byar-Pet | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Daya Lebih, Listrik Byar-Pet

Foto Daya Lebih, Listrik Byar-Pet

ACEH Barat, Aceh Jaya, dan Nagan Raya merupakan kawasan yang sejatinya punya banyak energi listrik produksi lokal. Untuk tiga kawasan ini, hanya butuh energi listrik 40 Megawatt (MW) untuk berbagai kebutuhan. Arus sebanyak ini bisa didapat dari tiga pembangkit: PLTD Seuneubok (10 MW) di Meulaboh, PLTU Media Group (10 MW) di Nagan Raya, dan PLTU PLN di Suak Puntong Nagan Raya (20 MW). Sayangnya, seperti juga kawasan lain yang tak punya pembangkit serupa, pemadaman bergilir masih kerap terjadi. Tidak jauh berbeda dengan kondisi sebelum pembangkit-pembangkit itu lahir. Listrik masih menjadi barang mahal di kawasan Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Nagan Raya.

Tak mengherankan kalau protes dan demonstrasi kerap bermunculan. Sekitar tiga pekan lalu, Komunitas Muda Peduli Keselamatan (KPKB) dan Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMuR) ‘mengepung’ kantor PLN. Mereka meneriakkan “yel-yel” di PLTD Seuneubok. Aksi serupa berlanjut ke PLN Area Meulaboh. Mahasiswa ikut melemparkan telur busuk ke PLN Area Meulaboh. Hanya kesigapan polisi yang bisa menghentikan mereka.

“Kami kecewa terhadap listrik yang kerap padam,” ungkap Rahmad dan Deni dari KPKB dan SMuR.

DPRK Aceh Barat pun ikut unjuk gigi. Mereka memanggil Manager PLN Area Meulaboh untuk mempertanyakan suplai arus listrik yang, menurut DPRK, lebih sering padam ketimbang menyala. “Kami meminta PLN harus lebih bertanggung jawab. Jangan sampai pemadaman bergilir berlanjut,” kata Ramli, Ketua DPRK Aceh Barat.

Ramli menyatakan, di Aceh saat ini sudah dibangun sebuah PLTU berkapasitas besar, 2 x 100 MW, milik PLN. Keberadaan PLTU tersebut hendaknya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Aceh. “Jangan biarkan arus listrik dibawa ke luar daerah dulu. Jangan lagi terjadi pemadaman bergilir, apalagi terhadap warga yang berada di sekitar kompleks PLTU,” kata Ramli.

Sementara itu, Manager PLN Area Meulaboh, Saslizar, mengatakan suplai arus dari PLTU 2 x 100 MW di Nagan Raya melalui jaringan Sumatera. Suplai itu baru dapat dilakukan melalui jaringan kabel atas, namun menunggu rampung pembangunan tower sebanyak 62 unit yang saat ini sedang dalam pengerjaan fisik dari PLTU Suak Puntong Nagan Raya ke Gardu Induk (GI) Seuneubok, Meulaboh. Dia menargetkan, Juni mendatang tower tersebut rampung. Semoga janji kali ini bisa ditepati. (riz/sak) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id