Polisi Cokok 3 Napi dari LP Lhokseumawe | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Cokok 3 Napi dari LP Lhokseumawe

Foto Polisi Cokok 3 Napi dari LP Lhokseumawe

* Ditemukan Dua ‘Bintang Bulan’

LHOKSEUMAWE – Tim Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Aceh bersama tim Polres Lhokseumawe, Badan Narkotika Nasional (BNN), dibantu

personel Kodim 0103 Aceh Utara, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II Lhokseumawe, Kamis (17/3). Selain ditemukan banyak barang terlarang yang sedianya tak berada di kamar-kamar narapidana (napi), tiga napi juga dicokok polisi, lalu diboyong ke polres karena terindikasi narkoba.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Anang Triarsono, menyebutkan, saat dilakukan penggeledahan di sebuah kamar napi, ditemukan bungkusan yang di dalamnya ada butiran bekas sabu-sabu.

Atas dasar itu, tiga napi yang berada di dalam kamar tersebut langsung dites urinenya. Seorang di antaranya ternyata positif narkoba. “Sementara ini ketiganya kita bawa ke polres untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, terutama untuk mengetahui mengapa sabu-sabu bisa masuk LP, sehingga ada napi yang positif pengguna narkoba,” kata AKBP Anang Triarsono.

Selain itu, saat sidak petugas juga menemukan dua lembar bendera Bintang Bulan (bendera GAM yang kemudian disetujui DPRA sebagai bendera Aceh -red), uang Rp 11.520.000, dan barang lainnya.

Pantauan Serambi, sidak itu dimulai pukul 08.00 WIB. Petugas menggeledah seluruh bilik yang dihuni napi maupun tahanan. Seluruh barang yang tak pantas dimiliki napi selama di LP langsung dikeluarkan.

Sidak ini berlangsung dua jam. Selanjutnya, seluruh barang temuan dikumpulkan di depan LP. Barang yang ditemukan selain uang dan bendera, adalah kipas angin 25 buah, rice cooker (alat penanak nasi), dua buah, kompor minyak enam buah, satu jeriken kecil berisi solar, 17 handphone, 20 charger, satu dispenser, 20 gunting, kikir dan linggis masing-masing satu buah, dompet 15 buah, tabungan BRI satu buah, satu surat tanda nomor kendaraan (STNK), tujuh kartu ATM, enam KTP, dan tiga lembar SIM.

Kakanwil Kemenkumham Aceh, Suwandi MH, menjelaskan, uang yang ditemukan akan disimpan kepala LP. Selanjutnya keluarga para napi pemilik uang itu dipanggil untuk menerima uang tersebut. “Khusus uang yang jumlahnya besar, maka kita minta Kalapas memeriksa napi tersebut untuk mengetahui dari mana dia dapatkan uang dan untuk keperluan apa? Begitu juga untuk KTP, dompet, dan identitas napi lainnya akan dikembalikan kepada keluarga napi,” ulasnya.

Sedangkan untuk barang seperti hp dan lainnya, akan dibawa ke Banda Aceh untuk dimusnahkan. Suwandi menyebutkan, alasan mengapa barang-barang yang disita ini tidak boleh masuk kamar, karena sudah disediakan pihak LP. “Seperti kipas angin, banyak kita temukan, padahal setiap kamar di bagian atasnya sudah ada kipas angin. Selain itu, lampu-lampu liar juga sangat banyak. Seharusnya itu tidak boleh. Karenanya semua barang tersebut akan kita sita,” urainya.

Suwandi menambahkan, sidak kali ini di LP Lhokseumawe merupakan kegiatan awal. Tidak tertutup kemungkinan dalam 30 hari ke depan akan kembali dilakukan penggeledahan, baik itu oleh kepolisian, bea cukai, BNN, maupun pihak terkait lainnya. “Kita sudah koordinasi di tingkat provinsi, bila mana aparat mau melakukan penggeledahan lagi, kita izinkan,” sebutnya.

Terkait temuan dua lembar bendera Bintang Bulan, Suwandi mengatakan, bendera tersebut ditemukan di bilik 4A. Dia pun telah memerintahkan pihak LP untuk memeriksa siapa pemiliknya. Bilik tersebut ramai penghuninya.

LP Kelas II Lhokseumawe merupakan yang ketujuh disidak dalam dua pekan ini. Sebelumnya telah dilakukan di LP Banda Aceh, Rutan Kajhu, Rutan Takengon, Cabang Rutan Blangkejeren dan Kutacane. (bah) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id