PLN: Tak Ada Istilah Krisis Listrik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PLN: Tak Ada Istilah Krisis Listrik

Foto PLN: Tak Ada Istilah Krisis Listrik

Deputi Manager Humas PLN Aceh, Sayed Mukarram, memastikan bahwa pihaknya akan menyanggupi berapa pun daya yang dibutuhkan pihak yang ingin mendapat pasokan arus listrik dari PLN.

“Tidak ada istilah krisis listrik walau kemarin mati,” kata pria necis ini kepada Serambi, Rabu (16/3).

“Enam bulan lalu memang ada batasan, hanya 33 KVA, sehingga hotel seperti Hermes Palace pakai pembangkit sendiri. Tapi, sekarang tidak ada lagi batasan. Berapa pun kebutuhan daya yang diminta, akan disanggupi PLN,” timpalnya.

Secara lebih teknis, kata Sayed, akan ada pertemuan teknis dengan investor untuk memastikan berapa daya yang dibutuhkan. Selanjutnya, PLN akan menyiasati melalui sistem interkoneksi. “Tidak ada istilah krisis listrik dan penolakan terhadap permintaan investor, karena ini komitmen PLN,” kata Sayed Mukarram.

Saat berdialog dengan mahasiswa yang berunjuk rasa ke Kantor PLN Wilayah Aceh, Senin (14/3) lalu, Sayed bahkan menantang mahasiswa. “Kalau masih ada yang padam, hubungi saya di nomor 081262939229,” kata dia.

Matinya listrik di sejumlah wilayah dalam pekan-pekan terakhir, kata Sayed, murni karena alasan pemeliharaan dan kerusakan mesin.

Namun, Kamis (17/3) malam, Sayed Mukarram kembali menghubungi Serambi untuk mengabarkan bahwa pembangkit listrik di Pangkalan Susu, Sumatera Utara, rusak. Dampaknya, beberapa kawasan di Aceh kembali padam lampunya. “Mungkin beberapa kawasan di pantai Timur Aceh mati listriknya sementara. Mohon maklum. Mudah-mudahan bisa diperbaiki segera,” kata Deputi Manajer Humas PLN Aceh ini.

Sayed mengaku, PLN akan mengerahkan segenap upaya agar negeri ini bebas dari pemadaman yang mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Kita tunggu bukti, bukan janji. (sak/gun) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id