Rezeki Nomplok Penjual Genset | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Rezeki Nomplok Penjual Genset

Foto Rezeki Nomplok Penjual Genset

Pemadaman listrik di Aceh yang cukup parah justru berdampak baik pada bisnis penjualan mesin generator set atau genset. Hasil penelusuran Serambi ke Medan, Sumatera Utara, bisnis ini cukup bergairah saat kondisi Aceh gelap gulita.

Sejumlah distributor di Medan mengklaim angka permintaan genset dari Aceh meningkat drastis. CV Multi Jaya Technical, salah satu distributor di Medan bahkan mengaku angka permintaan genset berdaya besar meningkat beberapa kali lipat. Meningkatnya angka ini tak terlepas dari “latahnya” kantor pemerintahan maupun hotel di Aceh menambah kapasitas daya listrik alternatif itu dengan memesan genset dengan kekuatan daya tinggi. Biasanya kantor ataupun tempat keramaian masyarakat ini memesan mesin genset minimal berkapasitas 25 KVA hingga 1.000 KVA.

“Ada beberapa hotel dan tempat perbelanjaan di Aceh yang seratus persen pengadaannya melalui kami. Tapi kalau kantor pemerintahan biasanya melalui kontraktor,” kata Fitriani, Komisaris CV Multi Jaya Technical, kepada Serambi, Sabtu (12/3).

Menurut Fitri, peta permintaan genset berukuran besar ini juga menyebar hingga ke Sigli dan Meulaboh. Di dua daerah ini umumnya genset digunakan untuk pertanian atau kilang padi.

“Sebelum beli biasanya mereka tanya-tanya dulu. Mesin kayak mana yang cocok untuk kilang,” ujar Fitri saat ditemui di kantornya di kawasan Medan Timur.

Tahun lalu, permintaan mesin genset biasanya hanya berkisar 10 unit. Angka ini mulai merangkak naik setelah angka pengiriman saat ini sudah mencapai 40 unit. Untuk memenuhi kebutuhan ini, distributor di Medan paling tidak harus mengerahkan truknya ke Aceh minimal dua kali dalam sebulan.

Sementara kenaikan pesanan genset daya kecil yang hanya berukuran 1.000 watt hingga 2.000 watt tidak begitu signifikan. Tapi harus diakui, angka penjualan genset “rumahan” ini juga sedikit terdongkrak. Rata-rata pedagang genset di seputaran Jalan Pandu, Medan, mengaku dalam sepekan bisa menjual empat hingga lima unit genset. Biasanya dalam kurun waktu yang sama mereka hanya bisa menjual satu atau dua unit saja. “Dalam sebuah momen malah ngak ada yang terjual,” kata Hendra, salah satu pedagang di Jalan Pandu.

Untuk genset kelas menengah ini, pembeli tidak terlalu memikirkan merek. Asal harga sesuai, merek apa pun pasti dibeli. Genset berkapasitas 1.000 watt di pasaran saat ini harganya berkisar mulai Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta.

“Bahan bakar campur lebih murah. Ini yang paling banyak dibeli,” ujarnya. Ia tak menampik transaksi penjualan mesin genset dipengaruhi kondisi listrik. Untuk saat ini kondisi listrik di Medan cukup baik, sehingga daya beli tidak terlalu tinggi. “Kalau sekarang di Medan ngak mati lampu lagi. Dulu pas parah-parahnya sebulan bisa laku 60 unit,” tandasnya.

Faisal, pedagang lainnya mengaku tidak bisa memastikan asal usul pembeli di tokonya. Namun, menurut dia, permintaan genset ukuran kecil lebih banyak datang dari warga lokal. Pelanggan yang datang disebutnya berasal dari pebisnis warung internet, toko, hingga masyarakat biasa. “Kalau genset ukuran besar biasanya langsung ke distributor. Kalau di sini cuma beli yang kecil-kecil, untuk warnet atau rumah,” ujarnya. (mad) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id