Bermesraan Saat Prewedding Dilarang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bermesraan Saat Prewedding Dilarang

Foto Bermesraan Saat Prewedding Dilarang

BANDA ACEH – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali mengatakan model untuk foto prewedding (sebelum pernikahan) dengan cara bermesraan dan berpegangan tangan dilarang dalam Islam. Pasalnya, pasangan tersebut belum menikah, sehingga berfoto layaknya suami istri tidak dibenarkan.

Faisal Ali menyampaikan hal ini, Kamis (17/3), saat menjawab Serambi menanggapi salam di koran yang dibahas di Radio Serambi FM 90,20 Mhz tentang “selfie dan prewedding mengundang maut” sebagaimana musibah di Bener Meriah beberapa hari lalu. Namun, bukan berarti pasangan yang sudah meninggal akibat jatuh ke dalam air terjun di Bener Meriah itu melakukan foto prewedding bermesraan, melainkan mereka juga belum sempat foto prewedding itu.

“Foto prewedding berdekatan itu tidak boleh, apalagi sudah berpegang-pegangan tangan itu tidak boleh dalam Islam. Selain itu, foto yang dipasang di tempat pesta juga bukan sunnah,” katanya.

Ditambahkannya, apabila belum menikah tidak baik menampakkan kemesraan di dalam foto karena akan menjadi pembelajaran yang tidak baik terhadap orang-orang yang melihat foto tersebut. “Intinya foto-foto seperti itu sesuatu yang tidak sunnah bahkan dilarang agama dalam model-model tertentu. Jadi menurut saya tidak perlu kita berfoto seperti itu, apalagi di tempat-tempat yang membahayakan. Tidak ada suatu kelebihan apapun,” sambung Tgk Faisal.

Dikatakannya lagi, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengkaji terkait foto prewedding tersebut untuk dikeluarkan fatwa. Namun hal ini belum masuk ke dalam agenda MPU Aceh untuk mengkajinya secara keislaman. Pihaknya berharap, saat memberikan bimbingan kepada calon pengantin (catin) pihak KUA menyampaikan pesan-pesan terkait model pernikahan yang islami dan yang tidak islami, termasuk juga tentang foto prewedding.

“Mau mencari keberkatan dalam hal menempuh perkawinan, maka uang yang dihabiskan untuk foto-foto itu kita sumbang ke anak yatim. Menurut saya itu yang lebih bagus,” kata ulama muda ini.

Dalam program yang sama yang dipandu host, Nico Firza dan narasumber internal, Sekretaris Redaksi Serambi Indonesia, Bukhari M Ali, juga mewawancarai nara sumber lainnya, yaitu psikolog senior Aceh, Dra Psi Nurjanah Nitura MPd. Menurutnya, karena pasangan prewed belum boleh berdekatan, boleh menggunakan inovasi kartun sebagai salah satu alternatifnya.

Pilihan lainnya, berjauh-jauhan dengan pose tertentu akan jauh lebih romantis hasil fotonya daripada saling berdekatan. “Kadang hanya berjalan satu di kiri dan satu di kanan, di tengahnya ada alur sungai itu juga indah suasananya,” tuturnya.

Apabila harus melakukan pemotretan, pilihlah fotografer yang profesional dan tim teknis yang handal. Apabila pasangan tersebut ingin pemotretannya dilakukan di tempat-tempat yang menantang sesuai hobinya, seperti sambil arung jeram, diving, maka harus pilih konsultan teknis yang menguasai hal tersebut sehingga lebih aman. (una) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id