Serunya Gowes dengan Sepeda Publik di Tiongkok | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Serunya Gowes dengan Sepeda Publik di Tiongkok

Serunya Gowes dengan Sepeda Publik di Tiongkok
Foto Serunya Gowes dengan Sepeda Publik di Tiongkok

OLEH FAUZAN MUTTAQIN, Mahasiswa Master Jurusan Transportation Planning and Management, Wuhan University of Technology, melaporkan dari Wuhan, Tiongkok

MODA transportasi publik di Cina (Tiongkok) tersedia sangat banyak. Di antaranya bus, metro (subway), dan kapal penyeberangan. Di samping kenyamanannya terjaga, transportasi umum di Tiongkok pun tergolong murah.

Tapi sekarang sudah ada moda transportasi yang tak kalah menariknya untuk jarak dekat sebagai pengganti jalan kaki, yakni sepeda publik.

Banyak warga muda dan tua di Tiongkok yang tidak sungkan menggunakan sepeda publik tersebut dengan alasan untuk menghemat waktu. Langkah ini turut menghemat pengeluaran mereka, karena tak perlu membeli sepeda.

Tersedia cukup banyak sepeda publik untuk mengimbangi tingginya populasi warga Tiongkok. Hampir seratus kota di Tiongkok, mulai dari Beijing hingga Tibet, dipasok sepeda publik.

Sepeda ini dapat ditemukan di mana saja dan dapat ditinggalkan di mana saja setelah ditunggangi di dalam kawasan kota (city ring) pada jalur yang disediakan, sehingga tidak mengganggu akses moda transportasi lainnya.

Tempat penyediaan sepeda publik, antara lain, di titik tempat kita ke luar dari stasiun metro (subway) atau di pintu masuk kampus. Jadi, begitu kita turun dari bus penumpang, langsung bisa berpindah ke sepeda publik untuk perjalanan jarak dekat. Karena jumlahnya banyak dan disediakan di tempat-tempat sttategis, tak heran jika penggunaan sepeda publik kini sangat populer di Tiongkok.

Kecanggihan semua jenis sepeda publik tampak dari perpaduan antara sepeda dengan aplikasinya di smartphone. Cara menggunakannya pun tergolong mudah. Kita hanya diharuskan men-download aplikasi sesuai dengan nama provider (penyedia) sepedanya. Kemudian, membayar deposit seharga 199 Yuan (Rp 400.000) sebagai biaya jaminan. Pengguna sepeda diminta untuk mendaftarkan identitas sesuai paspor, termasuk upload foto bila dia warga asing.

Setelah registrasi selesai, sepeda tersebut dapat digunakan melalui aplikasinya. Untuk memulai gowes, awalnya layar utama dari aplikasi tersebut akan menampilkan lokasi pengguna dan banyaknya sepeda yang terdekat dengan posisinya. Ketika ditemukan sepeda yang ingin digunakan, tekan tombol pindai (scan) di aplikasi smartphone ke arah barcode sepeda. Secara otomatis sepeda ikut ter-unlock di mana bagian yang terkunci berada di bagian roda di belakang tempat duduk. Sangat praktis bukan?

Kini, sepeda publik dapat digunakan. Sesampai di tujuan, pengguna hanya diharuskan meletakkan sepeda di tempat yang telah disediakan dan tak lupa mengunci kembali sepedanya, sehingga pengguna lain dapat menggunakannya kemudian. Biaya yang dikeluarkan hanya 1 yuan (Rp 2.000) untuk sejam pemakaian via aplikasi smartphone.

Bahkan lebih canggihnya, banyak provider berlomba-lomba untuk menginovasikan kecanggihan produk mereka mulai dari ban yang antikempes/bocor hingga bersepeda gratis pada hari tertentu, dapat hadiah hongbao, tampilan kalori yang terbakar, dan lain sebagainya. Tujuan mereka adalah menjadikan produk mereka semakin menarik dan memberikan kenyamanan yang tinggi serta pemakaiannya yang mudah alias “gak ribet” bagi warga Tiongkok.

Para provider sepeda publik ini telah merambah ke seluruh kota. Ada yang merek OFO, Mobike, Hello bike, Bluegogo, dan lain sebaginya. Sepeda publik tersebut tersedia dengan berbagai macam warna dan dibekali pendeteksi GPS, dan dapat dengan mudah dibuka hanya dengan memindai barcode yang terletak pada bagian tertentu di bagian sepeda.

Ide sepeda publik ini merupakan upaya Pemerintah Tiongkok di samping penyedia sepeda publik yang menjalankan bisnisnya secara pribadi dengan tujuan untuk mereduksi jumlah kendaraan dan kemacetan di jalanan.

Bagi warga Tiongkok, mereka tidak meng-install semua aplikasi sepeda publik tersebut karena dua aplikasi ini sudah tergolong cukup, yakni Mobike atau OFO. Merek Mobike dan OFO ini merupakan duo raksasa sepeda publik yang sudah cukup terkenal di Tiongkok karena stok sepedanya yang banyak dan pelayanannya yang baik. Sekarang pengguna sepeda publik ini telah mencapai 28 juta orang.

Tidak mengejutkan, warga di Tiongkok selalu menggunakan sepeda untuk jarak dekat ketimbang jalan kaki, untuk menghemat waktu. Benar kata pepatah “Time is money” yang dipegang kuat oleh warga Tiongkok, sehingga aktivitas seharian mereka berjalan mulus. Warga Tiongkok pun semakin hari makin sehat. Tiongkok menciptakan suatu model manajemen transportasi kota yang dapat dicontoh secara global dengan menciptakan emisi karbon yang rendah. Mari kita dukung pemerintah kita agar menggalakkan sepeda publik untuk mengurangi kemacetan dan polusi, serta menjadikan warganya berbadan sehat.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: [email protected] (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id