Gajah Ditemukan Mati | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gajah Ditemukan Mati

Gajah Ditemukan Mati
Foto Gajah Ditemukan Mati

* Gading Hilang Digondol Pemburu

TAKENGON – Seekor gajah jantan ditemukan mati oleh warga, bahkan sudah menjadi bangkai di kawasan Uning Kelok, Dusun Paya Lah, Kampung Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Senin (17/7). Dugaan sementara, gajah yang diperkirakan telah mati sekitar 20 hari lebih itu tanpa gading, sehingga diduga dibunuh oleh pemburu.

Camat Ketol, Maimun kepada Serambi, Selasa (18/7) menjelaskan bangkai gajah ditemukan oleh warga saat pergi ke kebun. Namun, kondisinya telah membusuk lantaran diperkirakan telah mati lebih dari 20 hari. “Lokasinya temuan bangkai, sekitar dua kilometer dari pemukiman warga di Dusun Paya Lah,” ujar Maimun.

Menurut dia, berdasarkan pengamatan dari pihak CRU DAS Peusangan, gajah yang ditemukan telah mati, diperkirakan telah berusia sekitar 40 tahun karena melihat kondisi bangkainya yang besar. “Kita menduga, gajah itu mati karena dibunuh, sebab gading telah hilang,” sebut Camat Ketol ini.

Namun untuk memastikan penyebab kematian hewan dilindungi itu, pihaknya sedang menunggu kehadiran tim dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Kedatangan tim ini untuk menyelidiki penyebab matinya seekor gajah jantan tersebut. “Setelah diteliti, baru kita tahu, apakah mati karena sakit atau sengaja dibunuh. Kita curiga, karena gadingnya hilang,” jelasnya.

Ditambahkan, selain menyampaikan laporan ke pihak BKSDA, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Forkopimca Ketol, khususnya pihak Polsek untuk mengamankan lokasi ditemukannya gajah jantan tersebut. “Kita berharap, pihak BKSDA juga bisa menurunkan tim forensik untuk memastikan kematian gajah ini. Saya sangat menyesalkan, bila gajah tersebut mati karena sengaja dibunuh,” tutur Maimun.

Padahal, katanya, meski beberapa dusun di Kecamatan Ketol, menjadi daerah yang paling sering didatangi kawanan gajah liar, namun diharapkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan ekstrem agar tidak ada yang menjadi korban.

“Kalaupun ada gajah masuk, kita upayakan bisa digiring kembali ke hutan, jangan sampai dibunuh. Dan saya selalu mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan,” pungkasnya. Beberapa dusun di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, memang menjadi daerah yang paling sering disambangi abang kul (sebutan gajah).

Bahkan sebulan lalu, gerombolan hewan bertubuh besar ini, sempat mendekat ke pemukiman warga. Namun berhasil digiring kembali ke kawasan hutan. Untuk mengantisipasi terjadinya konflik antara gajah dan manusia, pemkab melalui BPBD akan membuat parit isolasi gajah.(my) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id