SKULL Komit Dukung Persiraja | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

SKULL Komit Dukung Persiraja

Foto SKULL Komit Dukung Persiraja

* Tampil di ISC

* Tapi Jangan Rugikan Pemain

BANDA ACEH – Tifosi yang tergabung dalam Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (SKULL) tetap komit mendukung Persiraja mengikuti kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) Serie B yang dijadwalkan bergulir pada 23 April mendatang. Serie B ISC memang diperuntukkan bagi tim Divisi Utama, sedangkan Serie A dihuni tim Indonesia Super League (ISL). Even ini digelar oleh PT Gelora Trisula Semesta yang merupakan anak perusahaan dari PT Liga Indonesia.

Ketua SKULL, Teuku Iqbal Djohan mengatakan, pihaknya mendukung Persiraja ikut ISC, tapi harus cek ricek secara serius untuk memastikan kompetisi tersebut berlangsung tuntas. Soalnya, bila tak ada kejelasan, akan terulang kejadian lama, di mana para pemain selalu menjadi pihak yang dirugikan.

“Kalau tidak ada jaminan soal tuntasnya liga dan kejelasan soal subsidi, sebaiknya pengurus jangan memaksakan diri, karena imbasnya ke pemain, pengurus, dan lain-lain. Ujung-ujungnya yang ada rugi tenaga, waktu, dan materi. Lebih baik ikut kompetisi setelah konflik tuntas, dan tidak ada lagi dualisme kompetisi,” ujar Iqbal kepada Serambi, kemarin.

SKULL, kata Iqbal, menilai konflik antara PSSI dengan Menpora belum tuntas. Bahkan, beberapa hari terakhir perkembangan konflik ini malah mulai memanas lagi. Saat ini, sepertinya mulai ada kemungkinan terjadi dualisme kompetisi lagi. Ini ketika PSSI mengumumkan akan menggelar kompetisi di semua jenjang.

Tapi, beberapa hari kemudian Tim Transisi bentukan Kemenpora juga menyatakan akan menggelar kompetisi serupa. “SKULL sebenarnya sangat merindukan Persiraja, tapi juga tidak mau pemain jadi korban lagi. Apalagi, gaji mereka di kompetisi terdahulu juga belum beres,” ujarnya.

Seperti musim lalu, kata Iqbal, Persiraja sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi Divisi Utama. Walaupun dengan modal sangat minim, pemain sudah di-launching dan siap tampil. Pengurus sudah banting tulang mengupayakan tim agar bisa berkompetisi. Pemain sudah rela berlatih walau tidak ada kejelasan soal kontrak. Donatur dan sponsor juga sudah ikut membantu, tapi semua buyar seketika di pagi hari sebelum pertandingan perdana akan digelar sorenya. “Hanya karena Menpora meminta ke Polri untuk tidak memberi izin pertandingan,” ujarnya.

Manajemen Persiraja, kata Iqbal, sudah menghadiri undangan PSSI untuk meeting mengenai pelaksanaan ISC Serie B 2016 beberapa waktu lalu di Jakarta. Setiap klub peserta dijanjikan subsidi masing-masing Rp 400 juta. Beberapa hari kemudian, Tim Transisi juga mengundang klub untuk meeting pelaksanaan kompetisi serupa. PSSI sampai harus mengeluarkan larangan bagi klub-klub untuk tidak hadir di meeting Tim transisi dan mengancam memberi sanksi tegas. “Dulu waktu kita memilih ikut IPL dibanding ISL juga kita dijanjikan subsidi. Bahkan jumlahnya lebih besar, tapi sampai akhir kompetisi semuanya ternyata bohong. Kali ini harus lebih hati-hati jangan tertipu lagi,” tandasnya.

Menurut Iqbal, SKULL sangat berharap PSSI dan Menpora segera bisa mencari solusi dari konflik ini. Pecinta sepakbola di Indonesia sangat muak dengan dualisme yang tak berujung ini. “Harus ada sikap saling menghormati dan sedikit mengalah demi kebaikan bersama, jangan dua-duanya egois dan ngotot terus. Kasihan banyak sekali pemain, pelatih yang jadi korban,” ujar Iqbal.

Bendahara Umum Persiraja, T Nurmiadi Boy kepada Serambi, kemarin, mengatakan, Persiraja sudah didaftarkan pada 11 Maret untuk mengikuti kompetisi ISC Serie B. Seleksi pemain dijadwalkan mulai 28 Maret di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. Persiraja juga sudah menunjuk Akhyar Ilyas sebagai Pelatih bersama Asisten Pelatih Wahyu AW dan Pelatih Kiper Purwanto.

“Kita berharap kepada pemain Aceh dapat mengikuti seleksi pada 28 Maret. Direncanakan Persiraja akan diperkuat 25 pemain untuk menghadapi ISC. Pemain yang akan dipilih diberi hak penuh kepada tim pelatih untuk menentukannya. Semoga terpilih pemain yang bagus untuk memperkuat Persiraja. Meski kompetisi ini tak ada sistem promosi dan degradasi, kita ingin Persiraja mampu bersaing dengan tim lain,” harap Boy.

Menurut Boy, ISC juga berlaku untuk kompetisi PSSI. Bila sanksi dicabut akan normal kembali. Sehingga Persiraja telah mengikuti kompetisi yang benar. Direncanakan kompetisi tanpa ada sistem promosi dan degradasi selama masih disanksi. “Tapi dalam perjalanannya nanti sanksi dicabut, akan berlangsung sistem promosi dan degradasi,” ujar Boy sembari menjelaskan alasan Persiraja lebih memilih ikut kompetisi yang digawangi Djoko Driono selaku Direktur Utama PT GTS, dibandingkan ikut kompetisi bikinan Tim Transisi.(adi) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id