LPTQ Pidie Dievaluasi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

LPTQ Pidie Dievaluasi

Foto LPTQ Pidie Dievaluasi

* Anggaran Besar, Masih Minta Sumbangan

SIGLI – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie terpaksa mengevaluasi kinerja Lembaga Pendidikan Tilawatil Quran (LPTQ) Pidie yang bertugas menyiapkan kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi hingga nasional. Karena setiap tahun, anggaran (APBK) yang dikucurkan mencapai miliaran rupiah, namun prestasi yang diraih tak juga maksimal.

Rapat evaluasi pun langsung digelar, setelah masuknya surat dari masyarakat, yang mengadukan ke dewan bahwa ada pihak meminta sumbangan ke masyarakat untuk LPTQ Pidie. “Kafilah Pidie tidak pernah juara umum pada MTQ tingkat provinsi, sementara alokasi anggarannya sudah cukup besar. Lalu kenapa meminta sumbangan lagi ke warga, padahal mereka (LPTQ) sudah ada anggaran,” kata Ketua Komisi E DPRK Pidie, Khairil Syahrial, usai memimpin rapat evaluasi itu, Kamis (17/3).

Rapat ini juga menyimpulkan bahwa; Pemkab Pidie ke depan harus menambah alokasi anggaran untuk LPTQ, agar setiap ada event MTQ, persiapan para kafilah dari Pidie bisa lebih matang. Kesimpulan kedua; keberadaan LPTQ harus lebih maksimal, berdayakan qari/qariah yang sudah pernah meraih sudah juara, menjadi pelatih. Seperti Nazirah Hasan (qariah juara satu tingkat internasional), dan Azimar Hamzah (juara khattil tingkat nasional).

Pada kesempatan itu, Khairil Syahrial juga meminta Pemkab Pidie tidak melupakan janji kepada para juara, terkait bonus Ongkos Naik Haji (ONH). “Segera tepati janji memberi bonus Ongkos Naik Haji (ONH),” tegasnya.

Ia juga meminta agar penganggaran untuk syiar MTQ tidak ditahan-tahan. Sehingga tidak mengharapkan sumbangan dana MTQ dari masyarakat. “Jangan bebankan rakyat lagi dengan mengutip sumbangan, karena kita sudah alokasikan dana APBK yang juga uang rakyat, untuk hal ini,” tukasnya.

Ketua Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pidie, H Malik Kasem, pada rapat di DPRK Pidie, Kamis (17/3), mempertanyakan bonus ONH untuk tiga peraih juara pada MTQ ke-32 di Nagan Raya, bulan Juni 2015 lalu. Mereka bertiga merupakan santri MUQ Pidie yang meraih juara satu untuk masing-masing kategori.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pidie, H Amiruddin MSi dalam forum itu menjawab, bonus ONH untuk tiga juara tersebut luput dalam penganggaran APBK tahun 2016. Ia mengaku ada kesalahan komunikasi antar SKPD, sehingga usulan anggarannya tidak masuk. “Kami akan prioritaskan dana bonus ONH ini dalam APBK-Perubahan,” ujar Sekda Pidie.

Sementara, Kepala Dinas Syariat Islam Pidie, Mukhtar Ahmad menambahkan, sebetulnya ia sudah mengusulkan dana bonus ONH untuk para juara MTQ itu, sebesar Rp 105 juta untuk tiga orang (masing-masing mendapat Rp 35 juta). Namun ia mengaku tidak mengetahui mengapa kemudian, dana untuk bonus tersebut tak jadi dianggarkan dalam APBK tahun 2016.(aya) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id