Kapal Praktik SMK Rp 1,2 M Telantar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kapal Praktik SMK Rp 1,2 M Telantar

Foto Kapal Praktik SMK Rp 1,2 M Telantar

TAPAKTUAN – Kapal jaring milik Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan saat ini dilaporkan telantar dalam kondisi rusak. Padahal kapal tersebut dibuat menggunakan anggaran otonomi khusus (Otsus) tahun 2011 senilai Rp 1,2 miliar untuk sarana praktik siswa tanpa sekalipun pernah dipakai.

“Kapal ini pengadaannya bersumber dari anggaran Otsus 2011 oleh Dinas Pendidikan Aceh Selatan. Namun sangat disayangkan, belum sempat digunakan sudah rusak,” kata Koordinator Badan Pekerja Pusat Kajian Analisis Transaksi Keuangan Aceh ( PUKAT), Deri Friadi kepada Serambi, Kamis (17/3).

Deri meminta Pemkab Aceh Selatan memperbaiki kembali kerusakan kapal sehingga dapat bermanfaat sebagaimana mestinya. Sebab, katanya, sangat disayangkan jika kapal senilai Rp 1,2 miliar itu tidak mendatangkan manfaat.

“Saran saya, ya diperbaiki kembali agar dana yang sudah dikucurkan tidak sia-sia,” ujarnya. Pantauan Serambi kemarin, kapal jaring SMK tersebut kini masih ditempatkan di areal kolam labuh pelabuhan docking Desa Padang Bakau, Kecamatan Labuhan Haji. Sebagian besar kayu dinding kapal sudah lapuk dan copot menyisakan rangka dan mesin.

Sementara itu mantan Wakil Kadisdik Aceh Selatan periode 2001-2002 H Chairuddin Zakas menyambangi kantor Serambi, Rabu (16/3) mempertanyakan persoalan kapal praktik tersebut yang sudah rampung dan sempat berada di atas perairan pelabuhan ferry pasar lama Labuhan Haji tidak juga dioperasikan.

Dia mengungkapkan kapal praktik tersebut bersama dengan pertapakan dan gedung SMKN diusulkan kepada Departemen Pendidikan Pusat di Jakarta pada 2001. Tetapi, sebutnya, kapal penangkap ikan untuk alat praktik pelajar SMKN baru disetujui pada 2011 dan rampung dikerjakan pada 2012 lalu.

Walaupun demikian, Chairuddin berharap kapal itu dapat difungsikan sehingga pelajar dapat melakukan praktik langsung di laut. “Jika tidak berfungsi, sia-sia usaha saya memperjuangkan kapal itu bersama gedung SMKN yang awalnya sempat direncanakan untuk rumah panti jompo,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan Martunis yang dikonfirmasi Serambi kemarin mengaku tidak mengetahui menyangkut keberadaan kapal jaring milik SMK Negeri 1 Labuhan Haji yang dalam kondisi rusak parah. Pihaknya berencana akan mengecek langsung ke lapangan terkait informasi tersebut. “Besok (hari ini-red) saya cek dulu karena saya belum tahu menyangkut keberadaan kapal itu,” jelasnya.(tz/muh) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id