Po Meurah Kembali Teror Warga | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Po Meurah Kembali Teror Warga

Po Meurah Kembali Teror Warga
Foto Po Meurah Kembali Teror Warga

CALANG – Kawanan gajah (Po Meurah) kembali meneror warga Desa Sapek, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya. Bahkan kawanan penguasa hutan itu kerap merusak tanaman warga berupa sawit dan karet.

Menurut laporan puluhan gajah liar itu kemarin mulai merengsek ke kebun warga dengan merobohkan sejumlah gubuk warga yang dibangun di dalam kebun. “Persoalan kawanan gajah liar sudah sangat berkepanjangan yang kami alami saat ini. Sejumlah pihak terkait yang kami laporkan tak ada respons untuk penanganan,” kata Muntasar, tokoh masyarakat yang juga mantan Keuckik Sapek kepada Serambi kemarin.

Menurutnya keberadaan kawanan gajah tersebut sudah satu minggu berada di kawasan Sapek. Ia berharap Pemerintah Aceh Jaya dan Pemerintah Aceh untuk memberi perhatian kepada warga yang mendapat teror kawanan gajah di kawasan itu.

Dikatakannya para petani kebun tidak bisa menunggu dan berharap banyak selain berupaya sendiri untuk menyelamatkan tanaman di kebunnya sebagai sumber ekonomi keluarga, antara lain dengan membakar mercon. Sebab jika hal itu tidak dilakukan maka banyak warga yang kehilangan pendapatan ekonomi untuk kebutuhan keluraga dan pendidikan anak.

Apalagi menurut informasi dari sejumlah kawanan gajah itu ada dua gajah betina yang sudah melahirkan dua ekor anaknya yang masih kecil. Karenanya, ketika diusir tak mau beranjak dari hutan dekat perkebunan warga.

Keuchik Sapek Muntasar juga berharap kepada pemerintah untuk membantu pengadaan mercon untuk mengusir kawanan gajah tersebut. Menurutnya, selama ini, sejumlah petani kebun mengumpulkan dana sendiri untuk pengadaan mercon. Namun kini warga kehabisan stok mercon sehingga membutuhkan bantuan dari semua pihak. “Kawanan gajah kembali merusak dan memakan pucuk kepala sawit sebagai makanan kesukaannya saat suara mercon sudah tak terdengar lagi,” kata Muntasar.(c45) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id