Warga Lhoknga Timbun Saluran Limbah PT LCI | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Lhoknga Timbun Saluran Limbah PT LCI

Foto Warga Lhoknga Timbun Saluran Limbah PT LCI

JANTHO – Sejumlah warga Pemukiman Lhoknga, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (16/3) siang kembali menimbun sungai yang diduga dijadikan saluran pembuangan limbah milik PT Lafarge Cement Indonesia (LCI), Rabu (16/3) siang.

Informasi diperoleh Serambi dari juru bicara warga Lhoknga, Zulfan kemarin, bahwa penimbunan itu terjadi setelah rapat yang digelar antara warga Lhoknga dengan Manajemen PT LCI berakhir tanpa mencapai kesepakatan bersama di kantor camat setempat. Warga dari empat gampong, yakni Lamkruet, Lampaya, Mon Ikeun, dan Weu Raya mendatangi PT LCI. Mereka memasukkan tanah ke dalam karung, selanjutnya ditimbun pada aliran sungai yang melintasi kompleks pabrik semen itu. Penimbunan itu dilakukan dalam kondisi hujan.

“Warga kecewa karena sebelumnya manajemen PT LCI mengaku atas pencemaran limbah dan siap diberikan sanksi adat. Namun, saat poin poin sanksi adat diberikan mereka sudah keberatan untuk memenuhinya,” ujar Zulfan.

Ia menyebutkan, sanksi adat yang diberikan terhadap PT LCI, yakni pabrik tidak lagi membuang limbah melalui sungai yang bermuara ke laut tersebut, sehingga harus membuat saluran lain. Selanjutnya, perusahaan harus merelokasi warga sekitar, sebab saat ini warga tinggal sekitar 500 meter dari lokasi pabrik dari aturan yang seharusnya berjarak 2 km.Terakhir, perusahaan harus memberikan satu persen hasil penjualan kepada masyarakat sekitar. Dalam pertemuan kemarin, manajemen tidak menyepakati sanksi yang diberikan oleh warga, yang berujung pada penimbunan aliran sungai.

Menurut Zulfan, akibat pembuangan limbah itu, menyebabkan tangkapan nelayan di kawasan Lhoknga berkurang serta kesehatan warga sekitar pabrik terancam. Sebelumnya, akhir Januari 2016 warga Lhoknga juga menimbun sungai tersebut dengan mengerahkan 15 truk.

Sementara pihak Humas PT LCI, Saifuddin yang dimintai konfirmasi mengatakan, keterangan perusahaan terhadap aksi penimbunan itu, akan diberikan setelah mendapat pernyataan tertulis dari pihak manajemen perusahaan.(mun) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id