Hancurkan Kios tak Berfungsi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Hancurkan Kios tak Berfungsi

Foto Hancurkan Kios tak Berfungsi

* Usulan Dewan Saat Tinjau Tiga Pasar

BANDA ACEH – Sejumlah anggota dewan dari Komisi B DPRK Banda Aceh meninjau Pasar Peunayong, Pasar Gampong Baro, dan Pasar Pagi Seutui, Rabu (16/3). Para wakil rakyat itu meminta sejumlah kios yang terbengkalai dan tak berfungsi di Pasar Peunayong agar dihancurkan dan melakukan penghapusan aset.

Anggota dewan yang ikut dalam kunjungan itu, yakni Bunyamin, Ismawardi, Mahyiddin, Aiyub Bukhari, M Ali, dan Januar Hasan. Hadir juga Kabag Humas DPRK, Marwan Jalil dan Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM, Nasri.

Wakil Ketua Komisi B, Ismawardi kepada Serambi kemarin mengatakan, dalam kunjungan itu ditemukan sejumlah kios di Pasar Peunayong tidak difungsikan, sehingga tampak terbengkalai. Kondisi itu menjadikan pasar tampak kumuh dan sempit.

“Maka kita kita minta agar kios itu dapat dihancurkan saja, yakni dengan mengusulkan penghapusan aset. Jadi, biarkan saja Pasar Peunayong itu dalam keadaan kosong tanpa ada kios kios, sehingga suasana akan lebih terbuka dan mampu menampung lebih banyak lapak pedagang kaki lima,” tandas Ismawardi.

Sekretaris Komisi B, Bunyamin meminta agar ditambah tangga bagi penjalan kaki untuk menuju lantai dua pasar, dan tangga lori untuk pengangkut barang. Ini sebagai upaya untuk mengajak pedagang menempati lantai dua pasar tersebut. Sebab, sejak rampung direhap beberapa waktu lalu, lantai dua pasar itu tidak ditempati.

Di Pasar Gampong Baro, dewan menemukan kondisi yang sama, gedung pasar yang dibangun pascatsunami tidak difungsikan. Mereka memilih berjualan di luar pasar, tepatnya dipinggir jalan, sehingga pasar tampak kumuh dan sempit.

Ketua Pasar Gampong Baro, Hasbi Badai mengatakan, setelah selesai dibangun pasar itu sempat ditempati oleh pedagang. Namun, sejak dua tahun lalu pedagang mulai berjualan di luar pasar. Sehingga ia meminta Pemko bersikap tegas saat merelokasi pedagang ke dalam pasar, yakni dengan menertibkan pedagang yang tidak masuk ke pasar.

Sedangkan di Pasar Seutui, mereka mendapati jika pasar itu belum memiliki fasilitas mushala. Bahkan, lapak pedagang yang dipasang dinding pembatas, sehingga menganggu sirkulasi udara di dalam pasar.

Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM, Nasri mengatakan, terkait penambahan tangga bagi penjalan kaki dan lori akan ditanggapi, dengan mengusulkan pada anggaran perubahan tahun 2016. Sebab, dalam APBK murni 2016 tidak diplot untuk penambahan tangga.

“Sedangkan untuk kios yang kosong itu akan kita usahakan supaya ditempati oleh pedagang, sehingga bangunan itu tidak tampak terbengkalai seperti saat ini,” ujar Nasri.(mun) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id