Mahasiswi Unimal Dituntut Enam Bulan Penjara | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mahasiswi Unimal Dituntut Enam Bulan Penjara

  • Reporter:
  • Rabu, Juli 12, 2017
Mahasiswi Unimal Dituntut Enam Bulan Penjara
Foto Mahasiswi Unimal Dituntut Enam Bulan Penjara

LHOKSEUMAWE – Masih ingat Nanda Feriana? Ya, mahasiswi Unimal Lhokseumawe yang bikin heboh jagat maya dengan tulisan di akun facebook yang dianggap sebagai penghinaan terhadap seorang dosen di universitas tersebut dituntut enam bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lhokseumawe.

JPU Kejari Lhokseumawe menuntut Nanda Feriana dalam kasus dugaan pencemaran nama baik seorang dosen di Unimal melalui akun facebook. Menurut jaksa, Nanda Feriana melanggar Pasal 27 ayat (3) Juncto Pasal 44 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Materi tuntutan itu dibacakan Al Muhajir SH dalam sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, Senin (10/7). Sidang itu dipimpin hakim M Yusuf SH didampingi dua hakim anggota, M Kasem SH dan Mukhtari. Nanda hadir ke ruang sidang bersama pengacaranya, M Yusuf Ismail Pase SH.

Nanda dilaporkan ke kepolisi oleh Dwi, dosen Unimal pada 6 Oktober 2016, beberapa hari sebelum kasus ini ditangani kepolisian. Lalu setelah berkas kasus tersebut dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa, penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe melimpahkan Nanda ke Kejari Lhokseumawe pada 31 Januari 2017. Nanda menjalani proses sidang dalam kasus tersebut pada 23 Februari 2017.

Setelah menjalani beberapa kali sidang dengan pemeriksaan saksi, selanjutnya pada sidang kemarin jaksa menuntut Nanda enam bulan penjara karena dianggap terbukti melanggar Undang-Undang tentang Informasi Transaksi Elektronik. Selama proses sidang tersebut banyak alumni Unimal yang hadir ke ruang sidang untuk memberikan dukungan kepada Nanda.

Dalam materi tuntutan itu jaksa juga menyebutkan hal-hal yang memberatkan terdakwa karena perbuatan terdakwa merusak citra kampus. Sedangkan hal-hal yang meringankan terdakwa masih muda, bersikap sopan dalam menjalani persidangan, dan belum pernah dihukum. Usai mendengar materi tuntutan itu, hakim memberikan kesempatan bagi terdakwa dan juga pengacaranya apakah akan mengajukan pembelaan secara lisan atau tulisan.

M Yusuf Ismail Pase menyebutkan dirinya akan mengajukan materi pembelaan secara tulisan dalam sidang yang akan datang, karena itu meminta waktu sepekan kepada hakim untuk menyusun materi pleidoi (pembelaan). Hal serupa juga disampaikan Nanda. Ia akan mengajukan pembelaan secara tertulis. Hakim menunda sidang hingga Senin, 17 Juli 2017 dengan agenda mendengar materi pembelaan.

Seperti diketahui, kasus tersebut sempat memunculkan reaksi mahasiswa berorasi di kampus berulangkali untuk meminta pihak rektorat menyelesaikan kasus tersebut diselesaikan secara damai. Namun, upaya damai yang dilakukan pihak kampus gagal sehingga kasus itu bermuara ke pengadilan.(jaf) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id