Bardan Sahidi dan Forkab Resmi Berdamai | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bardan Sahidi dan Forkab Resmi Berdamai

Foto Bardan Sahidi dan Forkab Resmi Berdamai

TAKENGON – Anggota DPRA, Bardan Sahidi, dan anggota Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh Tengah, Rabu (16/3) resmi berdamai, ditandai dengan acara tepung tawar yang berlangsung di Komplek Yayasan Noordeen, Kampung Dedalu, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah.

Mereka bertiga, Bardan Sahidi dan dua orang pemukulnya, Muhammad Syafi’i dan Elfi, duduk bersama di atas ampang (tikar bermotif kerawang). Mereka bertiga (korban dan pelaku) saling berjabat tangan, dengan mata berkaca-kaca.

Acara tepung tawar tersebut dihadiri Kapolres Aceh Tengah, AKBP Dodi Rahmawan, Kapolsek Lut Tawar, Iptu Irfan Lubis, Kasat Binmas AKP Suwarano, aparat kampung Dedalu, serta sanak keluarga dari kedua belah pihak.

Sebelum acara berlangsung, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Dodi Rahmawan, dalam sambutannya, mengatakan, setiap persoalan yang terjadi tidak semuanya harus diselesaikan di meja hijau. Namun ada cara-cara dengan mengedepankan kearifan lokal seperti penyelesaian secara adat.

“Tapi saya berharap, perdamaian yang dilakukan hari ini memang benar-benar muncul dari niat yang tulus dari dalam hati, sehingga tidak lagi muncul persoalan di kemudian hari,” kata Dodi.

Dia mengatakan, proses penyelesaian secara damai dan diakhiri dengan acara adat, merupakan pertimbangan yang arif antara kedua belah pihak. “Meski begitu, perlu diingat juga bahwa tidak semua persoalan bisa diselesaikan secara mufakat dan adat. Tetapi ada juga yang harus dijalani sesuai ketentuan dan hukum yang berlaku,” tambah Dodi.

Setelah Kapolres Aceh Tengah dan Reje Kampung Dedalu memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi tepung tawar, yang dilakukan oleh sejumlah tokoh adat setempat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota DPRA, Bardan Sahidi, diserang dan dipukul sekelompok orang ketika sedang ngopi di HR Café, Kota Takengon, Kabupaten Aceh tengah, Sabtu (27/2) lalu.

Anggota dewan dari PKS ini sempat dirawat di RSU Datu Beru, Takengon, lantaran mengalami luka di bagian kepala setelah dihantam dengan kursi. Namun kasus itu, berujung damai setelah Bardan Sahidi memaafkan pelaku yang merupakan anggota Forkab Aceh Tengah.(my) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id