Akses Pembangunan Masjid Raya Terbuka | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Akses Pembangunan Masjid Raya Terbuka

Foto Akses Pembangunan Masjid Raya Terbuka

BANDA ACEH – PT Waskita Karya siap memberikan akses sebesar-besarnya kepada publik, termasuk anggota DPRA, pers, dan siapa saja lainnya yang ingin mengawasi pembangunan penambahan fasilitas Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang sedang mereka kerjakan.

Direktur Operasional PT Waskita Karya, Adi Wibowo menyampaikan hal ini kepada Serambi seusai mengikuti rapat tertutup dengan Komisi IV DPRA di Gedung Serbaguna DPRA, Banda Aceh, Selasa (15/3). Pernyataan ini juga disampaikannya karena sebelumnya sempat disebut-sebut pembangunan masjid raya itu tertutup, seperti pernah diberitakan Serambi.

“Kepada pihak yang ingin masuk ke kompleks pembangunan, tolong menghubungi ke pos jaga, beritahu identitas diri, dan tujuan ingin masuk kompleks. Pihak security atau satpam kita, akan berikan kartu sebagai tanda masuk,” kata Adi Wibowo.

Adi mengatakan kehadirannya ke Gedung DPRA memenuhi undangan Ketua DPRA, Muharuddin yang memintanya menjelaskan kepada Komisi IV DPRA tentang tentang progres atau kemajuan pekerjaan proyek yang sudah berjalan sejak 2015 itu. Kata Adi, realisasi fisik proyek tersebut sudah 27 persen atau melebihi empat persen dari target hingga bulan ini, yaitu 23 persen.

Menurutnya, atas kejadian dulu bahwa ada bahan material yang kurang berkualitas, seperti pernah ditemukan anggota Komisi IV DPRA dan Gubernur Aceh, pihaknya mohon maaf. Menurutnya, kekurangan yang tak disengaja itu, sudah dicor kembali dengan semen redimix berketebalan 30 cm.

Direktur Operasional PT Waskita Karya, Adi Wibowo menambahkan dirinya bersama pihak PT Artefak Arkindo, selaku konsultan perencana dan pengawas, optimis pembangunan akan selesai tepat waktu akhir Juni 2017, termasuk untuk pembangunan lapangan parkir bawah tanah, tempat wudhuk, pemasangan lantai marmer impor Italia, serta pemasangan 12 payung besar di kanan kiri masjid raya dan samping kanan kolam.

“Payung itu saat ini sedang dirakit di Bekasi. Terpal payungnya kita impor dari Jerman sesuai spesifikasi dalam kontrak. Begitu juga lantai marmer, sudah dipesan dari Italia. Setelah pemasangan payung besar, akan dilanjutkan pemasangan lantai marmer,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan tak ada yang ditutupi dalam pembangunan tersebut, bahkan menurut dia, pihaknya sudah mengundang Komisi IV DPRA, jika ingin melihat perakitan payung besar itu di Bekasi. Begitu juga marmer dari Italia, ia juga mempersilakan pihak DPRA melihat langsung ke sana.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRA, Tgk Anwar Ramli mengatakan pengawasan pihaknya lakukan selama ini karena mereka tak ingin proyek mencapai Rp 458 miliar yang dikerjakan secara multy years itu dibangun asal jadi. Hal sama disampaikan Kepala Dinas Cipta Karya Aceh, Ir Zulkifli, yang juga mengingatkan agar pembangunan tersebut rampung tepat waktu akhir Juni 2017. (her) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id