Bawang Selundupan Masuk Tamiang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bawang Selundupan Masuk Tamiang

  • Reporter:
  • Kamis, Maret 17, 2016
Foto Bawang Selundupan Masuk Tamiang

KUALASIMPANG – Puluhan ton bawang merah dari Thailand telah masuk ke daratan Aceh melalui alur Sungai Tamiang, dalam satu bulan terakhir. Menurut sumber Serambi yang minta tak disebut namanya, bawang merah ilegal itu dibawa masuk dengan kapal melalui pelabuhan-pelabuhan kecil di sepanjang jalur Sungai Tamiang.

“Dalam satu kali bongkar, bawang yang diturunkan bisa mencapai 60 ton, dari tiga kapal yang masing-masing berkapasitas 20 ton. Lokasi bongkar barang, di antaranya di Kampong Cinta Raja (Kecamatan Bendahara), Kampong Gelong (Kecamatan Seruway), dan Kampong Raja Tuha (Kecamatan Manyak Payed),” katanya.

Ia juga mengungkapkan, bulan Maret ini para pelaku penyelundupan bawang sudah berulang-ulang melakukan aksinya, tanpa ada tindakan dari aparat keamanam, Padahal, menurutnya, mustahil polisi dan pihak Bea Cukai tak mengetahui penyelundupan ini. Apalagi, bawang yang telah dibongkar itu, kemudian diangkut dengan truk melintasi jalan nasional, dengan tujuan medan dan Banda Aceh.

“Bawang merah selundupan ini dipasarkan ke Kota Medan dan wilayah Aceh lainnya. Aparat keamanan terkesan tutup mata dengan adanya aktivitas ilegal ini, atau mereka malah sudah ‘diamankan’ oleh para tauke yang menyelundupkan bawang tersebut,” tukasnya.

Kepala Kantor Bea Cukai Kuala Langsa, Kota Langsa, Muliady, kepada Serambi membenarkan adanya bawang merah ilegal yang masuk melalui jalur Sungai Tamiang. Menurut Muliady, pihaknya sulit mendapat informasi, karena mereka dilindungi warga setempat yang juga tak ingin kehilangan mata pencarian dari pekerjaan bongkar-muat barang dari kapal.

“Namun jika kami akan tetap memburu pelaku penyelundupan ini, Bahkan juga sempat kami kejar hingga ke Peudawa, Aceh Timur, beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Muliady, mengatakan sudah meminta bantuan Kapal Bea Cukai (BKO) Tanjung Karimun untuk melakukan patroli di sekitar Kuala Langsa termasuk Aceh Tamiang, yang rawan penyelundupan. Sampai saat ini, sudah empat kali pihaknya menangkap kapal pembawa bawang ilegal dan pakaian bekas, dengan muatan rata rata 20 ton.

“Saya tidak tutup mata terhadap kasus ini, kalau ada anggota saya ‘bermain’ akan saya tindak,” ujar Muliady yang mengaku baru empat bulan menjabat Kepala Kantor Bea Cukai Kuala Langsa ini.(md) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id