Masjid Bantuan Hibah belum Bisa Dibangun | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Masjid Bantuan Hibah belum Bisa Dibangun

Masjid Bantuan Hibah belum Bisa Dibangun
Foto Masjid Bantuan Hibah belum Bisa Dibangun

* SK belum Diteken

BANDA ACEH – Ratusan masjid dan dayah di seluruh Aceh yang mendapat bantuan dana hibah dari Pemerintah Aceh belum bisa dibangun. Penyebabnya karena SK dana hibah belum sempat ditandatangani Gubernur Aceh yang lama, dr Zaini Abdullah.

Anggota DPRA, Asnawi H Asrizal mengungkapkan hal ini kepada kepada Serambi di Banda Aceh, Minggu (9/7). “SK hibah belum ditandatangani Abu Doto (sapaan Zaini Abdullah) sehingga banyak masjid, dayah, dan kelompok-kelompok penerima tidak bisa menerimanya,” katanya.

Ia menjelaskan semua masjid dan dayah yang sudah terdaftar sebagai calon penerima dana hibah provinsi itu sudah disetujui oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. Nilainya mulai Rp 100 juta hingga Rp 1 miliar.

“Yang kasihan adalah daerah korban gempa seperti Pidie Jaya, contoh Dayah Abu Kuta di Pidie Jaya. Padahal anggarannya dari APBA, tetapi tidak bisa dieksekusi, sementara mereka sangat membutuhkannya,” tambah politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Selain itu, tambahnya, saat ini ada beberapa dayah yang sudah terlanjur menerima santri tahun ajaran baru dengan harapan bisa menambah ruang belajar dan kamar dari bantuan hibah. Tetapi dengan kondisi seperti ini terpaksa mereka menyesuaikan dengan keadaan yang ada.

“Saya tahu karena ikut membantu dayah yang memang membutuhkan. Hampir semua pimpinan dayah yang kami temui waktu reses II beberapa waktu yang lalu mempertanyakan itu, kapan dana untuk dayah bisa cair,” jelas Ketua Fraksi PAN di DPRA.

Ia berharap, Gubernur Aceh yang baru, Irwandi Yusuf dapat melanjutkan dana hibah tersebut. “Dalam pidato Presiden yang dibacakan Mendagri saat pelantikan Gubernur Aceh kemarin menyebutkan bahwa pusat sangat berharap penegakan syariat Islam didukung penuh dan beliau juga menghimbau agar Aceh bisa membangun masjid-masjid untuk kebutuhan rakyat mulai dari tingkat RT/ RW,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, apakah bantuan dana hibah tersebut akan dilanjutkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf? Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Mulyadi Nurdin Lc MH tidak bisa memastikan hal itu karena harus melihat dahulu kebijakan Gubernur Irwandi.

“Karena kalau dalam edaran sebelumnya dana hibah akan dibahas dalam APBA-P. Setelah dibahas dalam APBA-P, baru bisa dicairkan,” katanya seraya menyebutkan tidak mengetahui persis kapan APBA-P 2017 dibahas. (mas) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id