BPJS Kesehatan Sosialisasi Iuran Baru | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

BPJS Kesehatan Sosialisasi Iuran Baru

Foto BPJS Kesehatan Sosialisasi Iuran Baru

BANDA ACEH – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan wilayah Aceh mensosialisasikan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Konferensi pers yang diadakan Rabu (16/3) di kantor BPJS Kesehatan wilayah Aceh itu membahas penyesuaian iuran peserta BPJS Kesehatan.

Kepala Departemen Manajemen Pelayanan Rujukan BPJS Kesehatan Divisi Regional Sumbagut, dr Sari Quratul Ainy AAK mengatakan, perpres terbaru tentang jaminan kesehatan itu mengatur tiga hal penting, yaitu penambahan kelompok peserta, penyesuaian iuran, dan pelayanan kesehatan kepada peserta BPJS.

“Perubahan pada kelompok peserta BPJS, yaitu ditambahnya pimpinan dan anggota DPRD menjadi anggota BPJS. Status mereka akan sama, seperti Pekerja Penerima Upah (PPU) yaitu PNS, TNI, Polri dan pegawai pemerintah lainnya yang dikenakan iuran lima persen dari gajinya per bulan,” ujar Sari, seraya merincikan bahwa tiga persen dibayar oleh pemberi kerja, dan dua persennya lagi dibayar peserta.

Untuk peserta PPU Badan Usaha Swasta, kata dia, besarnya iuran tetap sama dengan sebelumnya, yakni empat persen dibayarkan oleh pemberi kerja dan satu persen dibayar oleh peserta. Iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang merupakan warga miskin mengalami peningkatan. Hal tersebut tidak menjadi masalah, karena ditanggung sepenuhnya pemerintah daerah. “Dari Rp 19.225, iuran peserta PBI kini menjadi Rp 23.000. Namun, iuran tersebut ditanggung sepenuhnya pemerintah daerah lewat JKRA,” ujarnya.

Dikatakan Sari, iuran untuk kategori Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PPBU) dan Peserta Bukan Pekerja untuk pelayanan Kelas III menjadi Rp 30.000 per orang per bulan. “Iuran untuk kelas II menjadi Rp 51.000 dan iuran Kelas I menjadi Rp 80.000 per orang per bulan,” jelasnya.

Pembicara lainnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr Media Yulizar MPh mengatakan, pihaknya pada tahun 2016 akan meningkatkan sarana mulai dari revitalisasi puskesmas, dan pelayanan kesehatan rumah sakit di Kota Banda Aceh. “Penting untuk dipahami masyarakat bahwa pelayanan rujukan berjenjang dilakukan untuk menghindari penumpukan pasien. Selain itu langkah preventif dan promotif lainnya terus kami lakukan seperti pemberlakuan qanun KTR,” jelasnya.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Aceh, dr Marzuki SH MKes menyebut akan bersinergi dengan BPJS. “Secara moral kami berkewajiban, untuk mendorong pihak RS meningkatkan pelayanannya sesuai standar BPJS,” imbuhnya.(fit) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id