Meihua, Penanda Masuk Musim Semi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Meihua, Penanda Masuk Musim Semi

Foto Meihua, Penanda Masuk Musim Semi

OLEH AL-ZUHRI, penerima China Scholarship Council pada Studi Master Communication Studies di Huazhong University of Science and Technology, melaporkan dari Tiongkok

SETIAP negara memiliki identitas yang menjadi simbol atau karakteristik negara tersebut dan biasanya dikenal luas oleh dunia. Contohnya saja, dalam hal bunga, Indonesia dikenal memiliki melati putih, anggrek bulan, dan padma raksasa sebagai bunga nasionalnya.

Belanda, Iran, dan Turki punya tulip. Jepang punya sakura, Ukraina memiliki bunga matahari, India punya lotus, Singapura punya vanda miss joaquim, Thailand punya tengguli, dan lain sebagainya. Begitu pula Republik Rakyat Tiongkok (RRT), punya meihua sebagai bunga nasionalnya.

Meihua sering pula kita dapati pada karya seni lukis seniman Cina. Pasalnya, ini adalah bunga kebanggaan negeri pengguna sumpit ini. Meihua biasanya mulai bermekaran antara akhir musim dingin dan awal musim semi. Ia mekar dan gugur bak mengiringi pergantian musim. Bunga ini turut pula memberi sinyal bahwa musim dingin akan segera berakhir dan musim semi segera menjelang.

Meihua mungkin lebih familiar dengan sebutan plum blossom, layaknya sakura yang juga dikenal dengan sebutan cherry blossom. Sekilas jika kita lihat wujud kedua bunga ini hampir sama, tapi pada kenyataannya beda. Bahkan tak sedikit orang keliru menyangka meihua adalah sakura. Tanda tanya besar di kepala kita adalah bagaimana beda kedua bunga ini?

Ada beberapa perbedaan yang jelas terlihat di antara kedua bunga ini. Meihua mekar lebih awal dibanding sakura, yaitu pada pertengahan Februari, sedangkan sakura pada Maret atau April. Sakura berbentuk oval yang dari satu kelopaknya ada kemungkinan muncul lebih dari satu bunga. Sedangkan meihua hanya akan ada satu bunga pada masing-masing kelopaknya. Inilah yang menjadi salah satu ciri utama yang membedakan antara keduanya. Masih ada beberapa perbedaan lain yang bisa kita lihat dengan saksama.

Sekarang adalah saat yang tepat pelesir ke Tiongkok untuk melihat si meihua cantik bermekaran. Apalagi selanjutnya sakura pun ikut menunggu giliran mekar. Sakura juga bisa kita temui di sini ketika musimnya tiba. Bunga ini benar-benar dirawat khusus oleh sebagian pemelihara. Bukan seperti pohon liar yang dibiarkan begitu saja.

Jika Anda melihat wujud meihua mungkin Anda akan berpikir ia berasal dari Jepang atau Korea karena di Jepang dan Korea kita juga akan menjumpainya. Tetapi jangan salah, sebenarnya bunga yang sering dijadikan objek sastra dan seni lukis ini berasal dari Tiongkok bagian selatan, sekitaran Sungai Yangtze. Dari sanalah kemudian diperkenalkan secara luas ke daratan Jepang, Korea, Taiwan, dan Vietnam. Yuan yang pada 21 Juli 1964 menjabat sebagai eksekutif RRT menyatakan secara resmi meihua sebagai bunga nasional dari negeri yang terkenal dengan pandanya ini.

Bunga ini menjadi simbol ketahanan dan ketekunan dalam menghadapi kesulitan. Hal ini dikiaskan pada kondisi mekarnya. Lantaran bunga ini dapat berseri bahkan di dalam dinginnya guyuran salju. Sedangkan di negeri matahari terbit (Jepang), bunga ini dikenal dengan sebutan ume dan menjadi lambang kebahagiaan.

Pajangan bunga plastik yang menyerupai meihua juga banyak kita jumpai saat perayaan Imlek berlangsung, termasuk di Indonesia. Meihua sering dikaitkan dengan keindahan, kekuatan, dan kesucian. Meihua berbeda dengan bunga yang kita lihat pada umumnya. Bunga ini muncul ketika pohonnya masih belum ditumbuhi helai daun dan dalam rangkulan suhu udara yang masih rendah (dingin). Daunnya baru bermunculan setelah bunganya luruh ke bumi.

Di Kota Wuhan saja setidaknya ada beberapa lokasi yang memungkinkan kita dapat menyaksikan meihua mekar anggun, yaitu di East Lake, Yellow Crane Tower Park, Wuhan University, Huazhong University of Science and Technology, Zhongsan Park, Wuhan Botanical Garden, Ma’anshan Forest Park, Jiefang Park, Tang Lake Park, Qingshan Park, Turtle Mountain Scenic Area, Qintai Green Square, dan lainnya.

Bunga ini memiliki beberapa warna. Ada yang putih, merah, merah muda, dan kuning. Aromanya pun sungguh harum menawan. Anda mungkin pernah mencium wanginya baik secara langsung maupun tidak. Melalui parfum, sabun, detergen, atau pewangi ruangan misalkan, dan berbagai hal lain yang Anda konsumsi, tinggal lihat saja komposisinya apakah ada tercantum komponen plum blossom di sana. Sudah pernah melihat dan merasakan kelembutan wangi meihua? Jika belum, jangan lewatkan kesempatan ini!

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email [email protected] (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id