Dua Orang Tewas, Satu Hilang Diseret Arus | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dua Orang Tewas, Satu Hilang Diseret Arus

Dua Orang Tewas, Satu Hilang Diseret Arus
Foto Dua Orang Tewas, Satu Hilang Diseret Arus

IDI – Dua warga meninggal akibat terseret arus sungai dan laut masing-masing di Aceh Timur dan Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (29/6) pagi. Selain itu, seorang warga Aceh Barat dinyatakan hilang sejak tenggelam kemarin sore saat mencari lokan (kerang sungai).

Dari Aceh Timur dilaporkan, Muslim bin Azhar (13), pelajar SMP asal Gampong Alue Bu, Kecamatan Peureulak Timur, ditemukan meninggal di Pantai Kuala Parek, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, Kamis (29/6) pukul 08.30 WIB.

Sebelumnya, Rabu (28/6) pukul 17.00 WIB, korban bersama tiga temannya yang juga dari Gampong Alue Bu, Peureulak Timur, Ismail Syahputra (15), Ulul Azmi (15), dan Burhanuddin (14) tiba di Kuala Parek. Kemudian, korban bersama temannya menyeberangi arus (pintu air antara muara dengan bibir pantai). Mereka hendak menuju tepi pantai, tapi setibanya di tengah pintu air korban terseret arus karena saat itu air sedang surut dan mengalir ke arah laut.

Waktu korban terseret arus, Burhanuddin, teman korban, sempat menolong korban, tapi Burhanuddin pun terseret arus. Kemudian, warga yang melihat kejadian itu berupaya membantu, tapi hanya Burhanuddin yang berhasil diselamatkan. Sedangkan, Muslim terseret arus, tenggelam, dan hilang.

Korban baru ditemukan tim gabungan (TNI/Polri, Basarnas, SAR, dan masyarakat) Kamis pagi dalam keadaan meninggal dunia. “Mayatnya ditemukan sekitar 2 kilometer dari bibir pantai Kuala Parek,” ujar Kapolres Langsa, AKBP Satya Yuda Prakasa SIK melalui Kapolsek Sungai Raya Iptu Raja Bangsawan, kepada Serambi, Kamis (29/6).

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya di Dusun Mon Jiem-Jiem, Gampong Alue Bu, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, untuk dikebumikan. Korban akhirnya dimakamkan pada hari yang sama di perkuburan Desa Alue Bu.

Dari Blangpidie dilaporkan, kegiatan rekreasi di aliran sungai dan laut pada hari Lebaran di Kabupaten Abdya kembali merenggut korban jiwa. Rindi (10), bocah laki-laki asal Panton Bayu, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, meninggal di Puskesmas Babahrot, setelah diseret arus Sungai Babahrot, Kabupaten Abdya, Rabu (28/6) sore.

Diperoleh informasi, bocah yang masih duduk di kelas 6 SD itu pada hari keempat Idul Fitri, Rabu (28/6), dibawa neneknya rekreasi di aliran Krueng Babahrot, kawasan Kabupaten Abdya. Tiba di lokasi, banyak warga sudah memadati salah satu aliran sungai besar di Abdya itu.

Keluarga dari Rindi memilih tempat beristirahat di tepian sungai di bagian hulu jambatan Babahrot. Seperti biasa, banyak warga, terutama anak-anak, mandi berlama-lama menikmati sejuknya air sungai Krueng Babahrot. Di antara anak-anak yang mandi, termasuk Rindi. Tiba-tiba, ia terjatuh kemudian diseret arus sungai, meskipun debit air Krueng Babahrot saat itu jauh berkurang dari biasanya karena dilanda musim kemarau. Beberapa pengunjung yang berada di tepian sungai segera memberikan pertolongan terhadap bocah itu. Korban berhasil ditemukan pada aliran sungai lokasi di bawah jembatan Babahrot, namun kondisinya sangat lemas.

“Di antara yang membantu korban adalah Jawahir, Staf BPBK yang berada di sungai Krueng Babahrot,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin ketika dihubungi Serambi kemarin. Korban dalam kondisi lemas segera dilarikan ke UGD Puskesmas Babahrot, berjarak 1,5 km dari lokasi kejadian, namun jiwa Rindi tidak bisa diselamatkan. Bocah ini mengembuskan napas terakhir.

“Saat tiba di sini (puskesmas) pukul sekitar 16.15 WIB, korban memang sudah meninggal,” kata salah seorang peramedis di Puskesmas Babahrot. Jasad bocah tersebut selanjutnya di bawa pulang ke rumah kediaman orang tunya di Panton Bayu, Alue Bilie, Nagan Raya.

Kejadian itu menambah jumlah korban yang meninggal saat rekreasi Idul Fitri di Abdya menjadi tiga orang. Sebelumnya, Selasa (27/6) siang, dua korban meninggal dalam peristiwa karamnya perahu di perairan laut Pulau Gosong di lepas pantai Sangkalan, Kecamatan Susoh.

Satu korban meninggal, Mawarni (41), warga Dusun Pasir, Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh. Ibu rumah tangga ini mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku, Abdya, Selasa (27/6) siang, tak lama setelah korban dalam kondisi kritis dievakuasi dari lokasi musibah oleh anggota Satgas SAR Abdya, BPBK dan masyarakat nelayan setempat.

Satu lagi korban meninggal dalam tragedi perahu tenggelam itu adalah Muslaili (15), tetangga almarhumah Mawarni di Dusun Pasir, Desa Pulau Kayu, Susoh. Pria lajang ini ditemukan meninggal, Rabu (28/6) sekira pukul 09.05 WIB, di kawasan perahu karam sekitar Pulau Gosong Sangkalan. Jasad korban pertama kali ditemukan anggota keluarga yang melakukan penyelaman di sekitar lokasi musibah.

Pascatenggelamnya perahu di perairan Pulau Gosong yang mengakibatkan dua korban meninggal, Kepala BPBK Abdya, Amiruddin, mengimbau pemilik boat yang memfasilitasi warga menuju lokasi wisata Pulau Gosong itu agar menyediakan baju pelampung demi keselamatan. “Imbauan ini kami harap diperhatikan, sehingga peristiwa yang merenggut korban jiwa tak terulang lagi,” kata Amiruddin.

Sementara itu dari Meulaboh dilaporkan, Said Marliansyah (51), warga yang menetap di Desa Kampung Belakang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Kamis (29/6) sekira pukul 17.00 WIB hilang di aliran Krueng Cangkoi, persis di belakang Pertamina Meulaboh.

Warga asal Desa Lampoh Drien, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya) itu hilang saat mencari kerang di sungai tersebut. Said dikabarkan pergi sendiri mencari lokan dan diduga tak bisa berenang. Tanpa diduga, ia terseret arus air yang mengalir ke laut.

Kabar tenggelamnya Said Marlian segera merebak dan dilaporkan ke Tim Basarnas Pos Meulaboh dan Tim Rescue Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk dilakukan pencairan.

Turut pula mencari korban pihak keluarga, nelayan, dan masyarakat setempat. Namun, hingga pukul 18.30 WIB kemarin korban belum ditemukan.

Koordinator Tim Rescue BPBD, Kismar Turangga mengatakan, korban masih terus dicari dengan menelusuri aliran sungai. “Harapan kita korban segera ditemukan,” kata Kismar. (c49/nun/riz) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id