Warga Asal Aceh Galang Dana Buat Meunasah di Australia | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Asal Aceh Galang Dana Buat Meunasah di Australia

Warga Asal Aceh Galang Dana Buat Meunasah di Australia
Foto Warga Asal Aceh Galang Dana Buat Meunasah di Australia

SIGLI – Warga Australia asal Aceh, menggalang dana untuk membeli sebuah meunasah di Sidney, New South Wales, Australia. Penggalangan dana ini dilakukan oleh Iskandar Muda Youth Education, lembaga binaan Acheh Australian Society (AAS) yang bergerak di bidang pendidikan dan anak-anak.

Ketua Iskandar Muda Youth Education, Darwis A Rahman, yang ditemui Serambi di Gampong Aree, Pidie, Senin (26/6) malam lalu, mengatakan, penggalangan dana untuk membeli sebuah meunasah Aceh di Australia ini sudah dimulai sejak tahun tahun 2011. “Keberadaan meunasah Aceh sudah sangat mendesak di Sidney, sebagai sarana untuk pendidikan anak-anak generasi Aceh di Australia,” ungkap Darwis yang didampingi Mustafa, warga Australia asal Meunasah Uleetutue Raya Gampong Aree, Pidie.

Selain untuk sarana pendidikan anak-anak, kata Darwis, meunasah ini juga memiliki fungsi seperti halnya meunasah di Aceh, yaitu sebagai tempat ibadah, mengadakan rapat, serta perayaan hari-hari besar Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Israk Mikraj, dan lain-lain.

Mantan ketua AAS ini menyebutkan, saat ini jumlah warga Aceh yang menetap di Australia berjumlah ratusan orang. Dengan perincian, di Sidney sekitar 200 kepala keluarga (250 orang), di Brisbane, Queensland sekitar 15 KK, dan Perth, Western Australia sebanyak 12 KK. “Selama ini, kegiatan-kegiatan tersebut kami laksanakan di rumah warga Aceh yang bermukim di Sidney,” kata Darwis A Rahman, pria asal Gampong Aree, Pidie, yang sudah bermukim di Australia ini sejak 1987 atau 30 tahun yang lalu.

Darwis mengatakan, dibutuhkan dana sekitar 900.000 Dolar Australia (AUD) atau sekitar Rp 10 miliar untuk keperluan pengadaan meunasah Aceh. Menurutnya, hingga Senin (26/6), dana yang terkumpul sudah mencapai Rp 2,5 miliar. “Artinya masih perlu dana sekitar 7,5 miliar lagi untuk mewujudkan cita-cita ini,” ujarnya.

Darwis menuturkan, penggalangan dana dilakukan dengan cara mengutip sumbangan wajib dari setiap KK dan individu asal Aceh yang menetap di Australia sebesar AUD 500 per tahun. Selain itu juga ada sumbangan dari warga Aceh di berbagai negara lain, termasuk dari Aceh.

“Dari laporan bank yang kami terima, ada beberapa penyumbang yang berasal dari Aceh, seperti dari Nurazizah H Harun K Leumiek. Keluarga Haji Harun ini setiap tahun ikut menyumbang dana,” kata Darwis dalam bahasa Aceh yang masih sangat fasih.

Menurut Darwis, dengan dana yang sudah terkumpul sebesar Rp 2,5 miliar ini sudah bisa menjadi modal awal bagi pihaknya untuk segera merealisasi rencana tersebut. “Rencananya, setelah kembali ke Australia kami akan menggelar rapat akbar komunitas Aceh di Australia. Kita akan bicarakan tatacara pembelian bangunan untuk meunasah Aceh ini. Apakah akan kita panjar dulu, atau kita tunggu sampai dana cukup, nanti akan dibicarakan di dalam rapat,” kata Darwis.(nal) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id