Ketua DPD RI Bantu Rp 12 Juta untuk Pemulangan Jenazah TKI Aceh Utara | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ketua DPD RI Bantu Rp 12 Juta untuk Pemulangan Jenazah TKI Aceh Utara

Ketua DPD RI Bantu Rp 12 Juta untuk Pemulangan Jenazah TKI Aceh Utara
Foto Ketua DPD RI Bantu Rp 12 Juta untuk Pemulangan Jenazah TKI Aceh Utara

LHOKSUKON – Jenazah Abdul Salam (51), berhasil dibawa pulang ke kampungnya di Desa Lhok Merbo, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Rabu (28/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Proses pemulangan jenazah itu bisa dilakukan atas bantuan sejumlah pihak dengan biaya mencapai Rp18 juta lebih atau 5.500 Ringgit Malaysia (RM).

Bantuan itu bersumber dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Oesman Sapta Rp 12 juta melalui Sudirman atau Haji Uma yang diserahkan Rabu (28/6) malam. Lalu Gerakan Aceh Nusantara (GAN) Rp 3 juta, Haji Uma Rp 1,5 juta, dan Ketua PWI Aceh Utara-Lhokseumawe Sayuti Ahmad Rp 1 juta serta sopir dan ambulans untuk menjemput jenazah.

“Sebelumnya saya bantu dana pribadi 1,5 juta. Lalu saya sampaikan lagi hal itu ke Ketua DPD RI, karena keluarga mau menjual sawah untuk biaya pemulangan jenazah. Ketua DPD RI pun membantu 12 juta rupiah dan langsung mengabari keluarga korban melalui Direktur GAN, Ikhsan Nurdin, yang membantu mengurus pemulangan jenazah,” Haji Uma.

Sebelumnya, Sudirman juga membantu pemulangan TKI asal Geureudong Pase, Aceh Utara, yang dikeluarkan dari rumah sakit di Malaysia karena tak memiliki biaya. Ia juga membantu pemulangan dua TKI asal Aceh di Thailand, dan 12 TKI Aceh yang ditangkap di Sumatera Utara karena tidak memiliki dokumen.

Direktur GAN, Ikhsan Nurdin mengatakan, ia juga hadir ke rumah ibu almarhum saat Haji Uma mengantarkan bantuan biaya pemulangan itu. “Selama ini saya sering berkoordinasi dengan Haji Uma ketika ada kejadian seperti itu. Sebab ketika saya melaporkan kejadian itu kepada Pemerintah baik di provinsi dan Aceh Utara tak ada respons,” kata Ikhsan.

Diberitakan sebelumnya, Abdul Salam meninggal pada 23 Juni 2017, di perkebunan kawasan Gua Musang Negeri Kelantan Darul Naim, diduga menderita penyakit batu karang. Jenazah sempat tertahan selama lima hari di Malaysia, karena tak ada biaya pemulangan dan tidak memiliki dokumen lagi, sebab visa dan paspornya sudah kedaluwarsa.(jaf) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id