Ulee Lheue-Balohan Kekurangan Kapal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ulee Lheue-Balohan Kekurangan Kapal

Ulee Lheue-Balohan Kekurangan Kapal
Foto Ulee Lheue-Balohan Kekurangan Kapal

* Wisatawan ke Sabang Membeludak

BANDA ACEH – Hingga H+4 Idul Fitri 1438 Hijriah, Rabu (28/6), jumlah wisatawan ke Sabang melalui Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh membludak. Kondisi itu tidak sebanding dengan jumlah kapal yang ada untuk melayani penumpang dari Pelabuhan Ulee Lheue-Balohan atau sebaliknya.

Dibutuhkan sedikitnya dua kapal seperti KMP BRR untuk mengangkut ribuan wisatawan beserta kendaraannya untuk menyeberang ke Pulau Weh. Mengatasi lonjakan penumpang tersebut, kapal cepat dan kapal lambat langsung menambah jadwal pelayaran dari biasanya dua trep menjadi empat trep.

Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Rusmansyah kepada Serambi kemarin mengatakan, ada dua kapal yang tersedia untuk melayani penumpang. KMP Simeulue menampung 200 penumpang, 15 mobil, dan 100 sepeda motor. Sedangkan KMP Papuyu hanya mampu mengangkut 125 penumpang, 5 mobil, dan 25 roda dua. “Seharusnya ada dua kapal sekelas KMP BRR yang bisa dioperasikan, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ujar Rusmansyah.

Ia memprediksi antrean kendaraan di pelabuhan akan berlangsung hingga Jumat mendatang. Karena KMP BRR dan Tanjung Burang yang menjadi andalan selama ini belum bisa dioperasikan akibat masih dalam perbaikan. Kendala pihaknya saat ini pengangkutan kendaraan roda empat dari Ulee Lheue ke Balohan. Sebab penumpang masih bisa terangkut dengan kapal cepat yang berlayar hingga tujuh trip setiap hari pascalebaran. “Kami hanya bisa mengangkut 40 mobil dengan KMP yang berlayar empat kali sehari. Sedangkan setiap hari ada 300-an mobil yang masuk,” jelas Rusmansyah.

Dengan kondisi tersebut, kata Rusmansyah, ratusan penumpang beserta kendaraannya harus bermalam di halaman pelabuhan sejak hari kedua Lebaran. Hanya 70 mobil yang bisa ditampung di dalam hanggar, sedangkan sekitar 500-an mobil diparkir di halaman.

Amatan Serambi kemarin sore, banyak wisatawan yang masih mengantre di ruang tunggu pelabuhan. Bahkan ada yang membentang lapak di beberapa koridor dan rerumputan agar tidak ketinggalan kapal. Begitu juga dengan antrean mobil dan sepeda motor yang hampir memenuhi halaman Pelabuhan Ulee Lheue.

Sedangkan Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Abdurrani mengatakan, dalam tiga hari terakhir ini aktivitas di Pelabuhan Balohan sangat sibuk. Ini terjadi disebabkan jumlah pengunjung yang datang ke Sabang dan yang menyeberang ke Ulee Lheu pada liburan Lebaran tahun ini sangat tinggi dibandingkan dengan hari hari biasanya.

Jumlah wisatawan yang datang ke Sabang, rata rata 3.000 an orang per hari. Sementara penumpang yang menyebarang ke Ulee Lheu, Banda Aceh mencapai 2.000 orang. Peningkatan itu sudah terjadi sejak Senin (26/6) lalu, dan diperkirakan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sabang akan terus bertambah hingga Sabtu (1/7) mendatang.

Meski jumlah pengunjung yang datang ke Sabang dan yang kembali ke Ulee Lheu sangat tinggi, namun sejauh ini belum ada penumpang yang terlantar atau tertinggal. Hanya saja belasan mobil yang masih atrean di pelabuhan menunggu giliran pemberangkatan. “Meski KMP BRR dan KMP Tanjung Burang tidak beroperasi karena masih dalam perbaikan, namun minat wisatawan untuk berkunjung ke Sabang tetap tinggi,” katanya.

Terkait kekurangan kapal pengangkutan, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Drs Zulkarnain MSi yang dikonfirmasi Serambi tadi malam mengatakan, pihak PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (ASDP) tidak menambah kapal untuk pelayaran Banda Aceh Sabang pada mudik tahun ini. Ia juga berharap doa supaya KMP BRR cepat docking-nya. “ASDP belum berencana tambah (kapal),” ujarnya, tanpa menjelaskan lebih detail alasannya.

Sedangkan Kabid Perhubungan Laut, Faisal mengatakan, solusi dari penumpukan mobil pribadi dan barang di pelabuhan Balohan dan Ulee Lheue solusi awalnya dilakukan melalui mengoperasikan KMP BRR, mulai lebaran kedua Idul Fitri. Tapi, karena sampai Sabtu pekan lalu, perbaikan kemudinya belum selesai, KMP BRR belum bisa dioperasikan ke Sabang dari tempat docking di Pelabuhan Belawan.

Rabu (28/6) siang tadi, kata Faisal, dirinya sudah mempertanyakan kembali kepada pihak ASDP, selaku operatornya KMP BRR. Pihak ASDP menyatakan, perbaikan kerusakan kemudi KMP BRR, belum selesai, karena bahan atau onderdil kemudi yang rusak, harus diganti baru. Pada saat mau dilakukan pengadaan, toko penjual onderdilnya pada hari Sabtu (24/6) sudah tutup.

Menurut keterangan dari pihak ASDP, toko penjual onderdil kemudi kapal, baru akan buka pada hari ini, Kamis (29/6). Ini artinya, pengadaan atau pembelian orderdil kemudi baru akan dilakukan, Kamis dan pemasangan membutuhkan waktu dua hari.Diperkirakan KMP BRR, baru akan berlayar ke Sabang, pada hari Sabtu atau Minggu.

“Jadwal itu jika onderdil kemudi yang rusak, ada di jual di Medan. Kalau tidak ada, harus di pesan ke pulau Jawa. Jika ini yang terjadi, untuk perbaikan KMP BRR, tersebut butuh waktu satu sampai dua pekan ke depan,” ujar Faisal.

Salah satu penumpang, Iwan yang berecana liburan di hari kedua lebaran Idul Fitri ke Sabang, sampai Rabu (28/6) kemarin, belum bisa terwujud. Karena mobil pribadi yang akan digunakan untuk kenderaan di Sabang, belum bisa diangkut kapal fery KMP Siumeulu maupun KMP Papuyu. Sejak lebaran pertama di Pelabuhan Ulee Lheue, sudah banyak mobil pribadi yang ngantri mau naik kapal menuju ke Sabang.

“Dua unit kapal fery yang dioperasikan, KMP Siumelue dan KMP Papuyu sampai kini belum mempu mengatasi lonjakan angkutan mobil pribadi. Terutama untuk mengangkut mobil dan sepeda motor penumpang yang mau liburan lebaran ke Sabang dan sebaliknya,” kata Iwan, warga Kota Banda Aceh kepada Serambi, via telepon, Rabu (28/6).

Sementara Sekretaris Disbudpar Sabang, M Ali Taufik, mengatakan, kamar kamar penginapan yang ada di Kota Sabang kini sudah terisi penuh. Kamar kamar tersebut sudah dibooking oleh wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara sebelum puasa Ramadhan hingga Minggu (2/7) mendatang.

Bukan hanya hotel dan bungalow, home stay dan rumah rumah penduduk juga sudah disewa oleh wisatawan yang kebanyakan berasal dari Sumut dan Aceh. “Mobil rental dalam beberapa hari ini juga sudah habis dipesan,”katanya. (fit/az/her) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id