Aceh Dapat Tawaran Pesawat N-219 dan R-80 | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh Dapat Tawaran Pesawat N-219 dan R-80

Foto Aceh Dapat Tawaran Pesawat N-219 dan R-80

* Kapasitas 19 dan 92 Penumpang

BANDA ACEH – PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menawarkan pesawat pesawat produksi mereka kepada Pemerintah Aceh, yaitu N-29 yang berkapasitas 19 penumpang. Sedangkan PT Regio Aviasi Industri (PT RAI) juga menawarkan pesawat produksi mereka, yakni R-80 yang berkapasitas 80 hingga 92 penumpang.

Sekjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronik Kementerian Perindustrian, Hasbi Assiddiq yang mendampingi pihak dari kedua perusahaan dirgantara tersebut, mengatakan kehadiran dua pesawat ini akan membangkitkan industri kedirgantaraan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

“Tidak semata membangkitkan industri kedirgantaraan, namun industri ini juga akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi secara nasional,” ujar Hasbi kepada para peserta forum diskusi diselenggarakan bersama antara Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Aceh di Ruang Potensi Daerah Setda Aceh, Selasa, (15/3).

Seperti dikutip dalam siaran pers yang dikirim kepada Serambi kemarin, Hasbi menyebutkan ada tiga model kerja sama dapat dilakukan Pemerintah Aceh. Pertama, jika memakai jenis pesawat tersebut, Pemerintah Aceh dapat menunjuk operator untuk melakukan kerja sama penerbangan, dan kemudian operator tersebut menyewa atau memiliki pesawat tersebut untuk dioperasikan di Aceh.

Kedua, Pemerintah Aceh membentuk Perusahaan daerah yang menyewa atau membeli pesawat N-219 dan R-80 untuk operasional di wilayah Aceh. Ketiga, Pemerintah Aceh membeli pesawat dan kemudian menunjuk operator untuk mengoperasikannya.

Menanggapi tawaran ini, Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh, Raudhi menyatakan Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur, dr H Zaini Abdullah dan Wagub, H Muzakir Manaf, menyambut baik dan mendukung sepenuhnya pengembangan industri kedirgantaraan yang saat ini terus dikembangkan oleh PT DI dan PT RAI.

“Kami menyambut baik pertemuan ini. Semoga ke depan Pemkab/Pemko di di Aceh dan Pemerintah Aceh dapat bekerja sama untuk mengembangkan produksi pesawat nasional yang tujuan akhirnya adalah menerobos jalur transportasi di daerah.”

Raudhi juga menyarankan agar pihak Kementerian Perindustrian dan PT DI dapat menggelar pertemuan lanjutan dengan Pemerintah kabupaten/kota di Aceh untuk mensosialisasikan program kedirgantaraan nasional ini.

“Saya kira pertemuan hari ini merupakan tahap awal. Pemerintah Aceh siap memfasilitasi pertemuan selanjutnya untuk menyosialisasikan dengan Pemkab/Pemko dalam rangka mendukung industri kedirgantaraan nasional,” tambah Raudhi.

Pengembangan industri kedirgantaraan, lanjut Raudhi, dapat berpengaruh pada banyak aspek, di antaranya aspek ekonomi, yaitu pengembangan kepariwisataan dan pemasaran produk-produk ekonomi unggulan sejumlah daerah. (sal/rel) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id