Satu Lagi Korban Meninggal Peristiwa Tenggelam Perahu di Perairan Gosong Susoh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Satu Lagi Korban Meninggal Peristiwa Tenggelam Perahu di Perairan Gosong Susoh

Satu Lagi Korban Meninggal Peristiwa Tenggelam Perahu di Perairan Gosong Susoh
Foto Satu Lagi Korban Meninggal Peristiwa Tenggelam Perahu di Perairan Gosong Susoh

URI.co.id,BLANGPIDIE– Korban meninggal dalam peristiwa tenggelam perahu diparairan laut sekitar Pulau Gosong Sangkalan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (27/6/2017) bertambah dua orang.

Korban terakhir adalah Muslaili (17), warga Dusun Pasir, Desa Pulau Kayu, Susoh, ditemukan Rabu (28/6/2017) sekitar pukul 9.00 WIB, tadi di lokasi perahu yang ditumpangi korban tenggelam.

Korban meninggal Muslaili adalah tetangga dari Mawarni (45), korban yang meninggal di RSUD Teungku Peukan Abdya, Selasa (27/6/2017) siang, tidak lama setelah korban dalam kondisi kritis dievakuasi dari lokasi musibah oleh anggota Satgas SAR Abdya, BPBK dan masyarakat nelayan setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin dihubungi URI.co.id menjelaskan, korban Muslaili ditemukan meninggal dunia di lokasi perahu tenggelam oleh anggota keluarga yang melakukan penyelaman dilokasi, sekira pukul 9.05 WIB, tadi.

Pencarian korban dilancarkan sejak Selasa sore, melibatkan anggota Satgas SAR Abdya, dibantu SAR Meulaboh, Aceh Barat, petugas BPBK, masyarakat nelayan serta sejumlah anggota keluarnya dengan mengerahkan boat ikan, perahu karet ke perairan laut sekitar Pulau Gosong di lepas pantai laut Sangkalan, Susoh.

Amiruddin menyebutkan bahwa atas permintaan pihak keluarga jasad Muslaili tidak lagi dibawa ke rumah sakit, tapi segera dievakuasi ke rumah kediaman di Dusun Pasir, Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh.

Seperti dijelaskan, Kepala Ops Satgas SAR Abdya, Erijal, peristiwa nahas yang menimbulkan dua korban meninggal berawal ketika boat jenis TS, Selasa (27/6/2016) siang membawa delapan warga untuk rekreasi pada hari kedua atau tiga Idul Fitri 1438 H.

Delapan penumpang, lima diantaranya anggota satu keluarga, yaitu Rasdi (suami), Mawarni (istri), Martunis (anak), M Samsul (anak), Jamal (anak). Dua orang ponakan, Desi dan Suti Sabarina serta satu tetangga, Muslaili.

Boat tersebut dikendalikan Rasdi bertolak dari Ujong Serangga, namun setelah berada sekitar pulau di tengah laut itu sekira pukul 12.35 WIB, boat labuh jangkar karena tidak bisa langsung merapat ke bibir pantai.

Boat tak bisa langsung merapat ke bibir pantai karena sangat rawan terbentur hamparan karang di sekitar pulau yang tidak berpenghuni itu.

Dari delapan penumpang, tujuh orang melakukan transit atau dipindahkan ke dalam perahu untuk menuju bibir pantai Pulau Gosong. Sedangkan Rasdi (suami), masih tetap berada di dalam boat memperbaiki baling-baling.

Tetapi entah bagaimana, perahu yang tumpangi tujuh orang itu dimasuki air laut, kemudian oleng akhirnya tenggelam di lokasi.

Salah seorang penumpang, Martunis (17) segera saja berusaha keras membantu korban yang tidak bisa berenang untuk dibawa ke atas hamparan karang atau bibir pantai.

Peristiwa tenggelam perahu tersebut segera diketahui masyarakat nelayan, kemudian segera menuju titik lokasi untuk memberikan pertolongan dan peristiwa tenggelam perahu tersebut juga silaporkan ke Satgas SAR Abdya dan BPBK Abdya.

Sejumlah Anggota Satgas SAR Abdya segera meluncur ke lokasi dengan perahu karet yang memang berada di aliran Krueng Pulau Kayu.

Enam orang yang menumpang perahu tenggelam itu serta Rusdi yang tadi berada di atas boat (tidak tenggelam), segera dievakuasi dari lokasi menuju RSUD Teungku Peukan di Padang Meurantee, Desa Ujong Padang, Susoh.

Diantara tujuh orang dievakuasi, satu korban dalam kondisi kritis, yaitu Mawarni (istri) akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Korban dibawa pulang ke tempat kediaman di Dusun Pasir, Desa Pulau Kayu, Susoh, dikebumikan Selasa sore, dalam suasana duka sangat mendalam.

Tetapi setelah pemakaman korban meninggal almarhumah Mawarni, sekitar pukul 17.00 WIB, baru disadari bahwa masih ada satu korban lainnya yang hilang dalam peristiwa tenggelam perahu tersebut.

Anggota Satgas SAR Abdya segera balik ke lokasi untuk melakukan pencarian korban, namun tidak mebuahkan hasil sampai jelang magrib. Pencarian korban dihentikan Selasa malam, dan dilanjutkan Rabu pagi, tadi.

Sekadar diketahui bahwa Pulau Gosong terletak di lepas pantai atau di tengah laut perairan Sangkalan menjadi salah satu daya tarik kunjungan wisata di Kecamatan Susoh, termasuk dalam suasana hari raya sekarang ini.

Untuk menjangkau lokasi wisata pulau kecil ini menggunakan jasa boat nelayan yang ada di Ujong Serangga, daerah Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Susoh. (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id